Tradisi Malam 27 Ramadhan di Desa Sebukar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Mei 2019 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Fhoto : Ilustrasi

KERINCi, Gj -Tanpa terasa kita sudah berada pada empat malam terakhir bulan Ramadhan, bertepatan Ramadhan ke 26, malam ke 27. Hari Jum’at (31/5).

Mayoritas ulama berpendapat, malam-malam ganjil pada bulan Ramadhan,  umpamanya pada malam ke 21, 23 dan 27. dalam masa biasanya disebut turunnya Lailatul Qadar yakni malam seribu bulan, orang-orang beriman sangat merindukannya, karena pada saat itu Allah SWT, menyediakan kemuliaan, karunia, ampunan, rahmat dan keberkahan.

Namun malam ke 27, mendapat perhatian spesial dari umat Islam. Wajar,  pada malam itu orang-orang beriman  berusaha mencari dan meraihnya dengan meningkatkan ibadah dan amal sholeh serta mengharapkan rahmat dan ridho Allah SWT. Bahkan sebagiannya mengkhususkan untuk beri-i’tikaf di masjid.

Tersebab itu pula malam ke 27 Ramadhan, dalam budaya beberapa masyarakat di Kerinci umat muslim mengadakan perayaan  yang meriah, dengan  melakukan tradisi yang berbeda-beda dan di Desa Sebukar, pada malam ke 27 Ramadhan, mengadakan perayaan yang meriah dan mempunyai  makna tersendiri bagi anak-anak setempat.

Baca Juga :  Rawa Bento "The Amazon Of Kerinci", Disparbud Kerinci Ajukan Perbaikan Jalan dan Pembangunan Dermaga ke Pusat

Mereka bebas keluar rumah membawa obor-obor atau disebut dengan “(Suloh) dalam bahasa Sebukar”, dari rumah satu, ke rumah lainnya, sambil  bernyanyi-nyanyi, dan berteriak,  uhah malah 27  “Cik-Cik,  Kakuk-kakuk, Abang-abang, Mamuk-mamuk..(dalam bahasa Sebukar), Dengan berteriak terus menerus yang penuh dengan kebahagiaan tersebut, larut dalam kegembiraan.

Tidak hanya itu, cahaya obor-obor (suloh) kecil maupun besar berjejeran di setiap pagar rumah penduduk menambah eloknya malam yang sangat dinanti-nantikan tersebut. .

Pembuatannya  tidak rumit, hanya bermodal sepotong bambu, minyak tanah dan beberapa helai kain sebagai sumbu obor, ditancapkan pada permukaan tanah dan depan pagar rumah,

Semarak 27 Ramadhan semakin terasa, karena dibombardir oleh letusan meriam tradisional dari bambu. Penduduk Sebukar menamakannya Padi Bulewh, bersahut-sahutan dari segala penjuru di wilayah Desa Sebukar, susah diterka dan di tebak, dari mana ledakan tersebut berasal. Siapa pula pemilik perangkat yang dentumannya terkuat dan paling lemah. Semua berpadu di tengah luapan suka cita anak-anak negeri Desa Sebukar.  

Baca Juga :  Monadi-Murison Komitmen Peningkatan Sarana dan Prasarana Wisata di Kerinci

Sayangnya zaman telah berubah sejak lebih kurang 10 tahun yang lalu. Ramadhan ke 27 seakan tak lagi diharapkan sinarnya, disana-sini api menyala dari pembakaran Obor-obor. Layaknya seribu meteor jatuh dari langit

Demikian sekilas gambaran tentang perayaan penyambutan malam ke 27 Ramadhan di Sebukar desa tercinta.  Insyaallah, tradisi ini masih hadir di era sekarang. Cuma mengalami sedikit modernisasi. 

Obor-obor  kecil yang ditempatkan di pagar rumah, dahulunya dibuat dari bambu , menggunakan bahan bakar minyak tanah dan beberapa kain sebagai sumbu, kini berganti dengan lilin.  Selain itu, meskipun meriam bambu masih populer, sesekali diselingi pula dengan kerasnya bunyi  letusan petasan. (RAP)

Berita Terkait

Terobos Hujan dan Lumpur, Bupati Monadi Buka Perbaikan Jalan Renah Pemetik
Sore Ini Pemkab Kerinci Dikabarkan Lantik Pejabat, ini Bocorannya !!!
Bupati Kerinci Monadi Kawal Sinkronisasi Pembangunan Kerinci di Musrenbang Jambi 2027
Gerak Cepat! Bupati Monadi Awasi Perbaikan Jalan Renah Pemetik
Nostalgia di Depati Tujuh, Ketua PKK Kerinci Novra Wenti Salurkan Bantuan Stunting
Pasca Lebaran, DPRD Kerinci Turun ke Pasar Cek Harga Bahan Pokok
Membludak!!! Antusias Masyarakat Depati Tujuh mendaftar NIB Usaha Gratis bersama Ibuk Era Tri Suci dkk Pembina Industri
Rapat DPRD, Wabup Murison Jawab DPRD Soal LKPJ 2025
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:13 WIB

Terobos Hujan dan Lumpur, Bupati Monadi Buka Perbaikan Jalan Renah Pemetik

Jumat, 17 April 2026 - 13:56 WIB

Sore Ini Pemkab Kerinci Dikabarkan Lantik Pejabat, ini Bocorannya !!!

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

Bupati Kerinci Monadi Kawal Sinkronisasi Pembangunan Kerinci di Musrenbang Jambi 2027

Sabtu, 11 April 2026 - 19:54 WIB

Gerak Cepat! Bupati Monadi Awasi Perbaikan Jalan Renah Pemetik

Kamis, 9 April 2026 - 16:21 WIB

Nostalgia di Depati Tujuh, Ketua PKK Kerinci Novra Wenti Salurkan Bantuan Stunting

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Sore Ini Pemkab Kerinci Dikabarkan Lantik Pejabat, ini Bocorannya !!!

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:56 WIB