Pasien Ngamuk Diduga Salah Diagnosa, RSU Disuruh Operasi, Mentri Madi Malah Hanya Jaitan Biasa

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 November 2024 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.COM, Kerinci – Keluarga pasien atas nama Yogi Alfian, warga Koto Keras Sungai Penuh yang sempat viral mengamuk di Rumah Sakit Umum (RSU) MHA Thalib, Kerinci, ternyata diduga mengalami kesalahan diagnosa yang serius.

Bagaimana tidak, hal tersebut terbukti dengan awalnya, pasien atas nama Yogi, dibawa ke RSU MHA Thalib dengan keluhan pada bagian tangan yang terluka dan mengalami pendarahan. Setelah pemeriksaan awal oleh tim medis rumah sakit, pasien disarankan untuk menjalani prosedur operasi.

Namun, menjelang tindakan operasi keluarga pasien tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari RSU MHA Thalib Kerinci. Dimana, ia istri Yogi dibuat keliling oleh pihak RSU yang disuruh mencari kain kasa nomor 4 di Apotik. “Saat di cari apotik depan ruangan paru katanya kain kasa nomor 4 kosong yang ada nomor 6. Akhirnya saya kembali ke zal bedah menanyakan solusi. Lalu mereka menjawab, cari di apotik di sungai penuh, kalau tidak ada nomor 4, tidak bisa dioperasi katanya urat ditangan suami saya putus,” ungkap Tuti Jusmita, istri Yogi.

Baca Juga :  BRI Cabang Sungai Penuh Serahkan CSR 1 Unit Mobil Ambulance ke Kodim 0417 Kerinci

Selanjutnya, istri Yogi berkeliling di apotik wilayah Sungai Penuh namun juga tak kunjung mendapatkan kain kasa no 4. Ia pun memutuskan kembali ke RS dan melaporkan hal tersebut. Disinilah, ia mulai emosi dikarenakan tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari oknum perawat.

“Dimana saat melapor menanyakan solusi, perawat menjawab kalau itu saya tidak tau sambil nelfon, silakan tanya ke ruang operasi. Sampai di ruangan operasi, saya kembali emosi dikarenakan jawaban dari bagian operasi, bahwa no 6 juga bisa kalau no 4 nggak ada. Disitulah saya mulai ngamuk, karena sakit hati dilalaikan,” beber istri Yogi.

Baca Juga :  Kondisi di Lokasi Bentrok Sudah Kondusif dan Massa Membubarkan Diri, Anggota Kepolisian Masih Distanbaykan di Perbatasan

Padahal kondisi suami dalam keadaan pendarahan, asam lambung naik dan luka membengkak. Saat itulah sambung istri Yogi, usai mgamuk di RS mereka memutuskan untuk pergi mencari pengobatan lain. “Akhirnya kami nemui Mentri Madi (Dokter Madi), sampai disitu keterangan mentri Madi, ini luka biasa, nggak ada urat yang putus, 5 menit selesai. Lalu luka suami dijahit dengan 5 jahitan,” ungkapnya.

Kejadian ini memicu ketegangan, hingga keluarga pasien melakukan aksi protes di RSU MHA Thalib. Keluarga pasien mengaku merasa sangat dirugikan oleh kejadian ini.

Kasus ini menjadi sorotan di kalangan masyarakat setempat, yang khawatir tentang kualitas layanan kesehatan di RSU MHA Thalib yang kian hari semakin memburuk. Sebagian masyarakat berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam memberikan diagnosa dan tindakan medis kepada pasien.(Adi)

Berita Terkait

Dugaan Setoran Lapas Muara Bungo, Desakan Mundur Kakanwil Menguat
Bupati Kerinci Monadi Kawal Sinkronisasi Pembangunan Kerinci di Musrenbang Jambi 2027
Gerak Cepat! Bupati Monadi Awasi Perbaikan Jalan Renah Pemetik
Kejati Jambi Tahan Eks Kepala BPN, Korupsi Jalan Ujung Jabung Rugikan Rp11,6 M
Nostalgia di Depati Tujuh, Ketua PKK Kerinci Novra Wenti Salurkan Bantuan Stunting
Pasca Lebaran, DPRD Kerinci Turun ke Pasar Cek Harga Bahan Pokok
Membludak!!! Antusias Masyarakat Depati Tujuh mendaftar NIB Usaha Gratis bersama Ibuk Era Tri Suci dkk Pembina Industri
Rapat DPRD, Wabup Murison Jawab DPRD Soal LKPJ 2025
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 07:48 WIB

Dugaan Setoran Lapas Muara Bungo, Desakan Mundur Kakanwil Menguat

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

Bupati Kerinci Monadi Kawal Sinkronisasi Pembangunan Kerinci di Musrenbang Jambi 2027

Sabtu, 11 April 2026 - 19:54 WIB

Gerak Cepat! Bupati Monadi Awasi Perbaikan Jalan Renah Pemetik

Kamis, 9 April 2026 - 20:57 WIB

Kejati Jambi Tahan Eks Kepala BPN, Korupsi Jalan Ujung Jabung Rugikan Rp11,6 M

Kamis, 9 April 2026 - 16:21 WIB

Nostalgia di Depati Tujuh, Ketua PKK Kerinci Novra Wenti Salurkan Bantuan Stunting

Berita Terbaru