Pasca Banjir, Warga Debai Diserang Penyakit DBD, Dinkes Sungaipenuh Diminta Lakukan Fogging

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Februari 2024 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.COM, SUNGAI PENUH – Pasca banjir di Kota Sungaipenuh, berbagai dampak yang ditimbulkan dari peristiwa ini, tak terkecuali penyebaran sejumlah penyakit pasca-banjir. Penyakit pasca banjir adalah berbagai penyakit yang jumlah kasusnya akan meningkat setelah banjir dan musim penghujan.

Salah satu penyakit menular pasca banjir yang harus diwaspadai, adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Secara geografis Kota Sungaipenuh adalah daerah yang landai dan apabila curah hujan yang tinggi seperti saat ini akan banyak terjadi genangan air yang berpotensi menjadi tempat perindukan sarang nyamuk terutama nyamuk aides aegepty yang menyebabkan penyakit DBD.

Baca Juga :  Pimpinan DPRD Kerinci Minta BPJN IV Jambi Perhatikan Jalan Nasional yang Rawan Longsor

Seperti yang terjadi di Desa Debai, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungaipenuh ada sejumlah warga yang terkena penyakit DBD dari orang tua sampai dengan balita.

Hal ini diakui oleh Pratama, salah seorang warga Debai. Ia mengatakan pasca banjir ada satu keluarga di Desa Debai terkena DBD. “Ya ada satu keluarga terkena DBD setelah banjir beberapa minggu yang lalu,” katanya.

Baca Juga :  Apriodito Umar DPRD Prov. Jambi Ikut Prihatin Kondisi Pak Mudri dan Ibu Harni Dalam Melawan Penyakitnya

Sebelumnya, Warga sudah meminta Pemerintah Kota Sungaipenuh melalui Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging, namun sampai saat ini tidak dilakukan. “Kita sudah sampaikan kepada Pemkot Sungaipenuh untuk melakukan fogging, namun sampai saat ini tidak dilakukan, akibatnya banyak warga yang terserang penyakit DBD,” ungkapnya.

Sementara itu Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kota Sungaipenuh dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp tidak membalas pesan, terkait dengan permintaan masyarakat untuk melakukan fogging dan jumlah penyakit yang banyak dialami masyarakat pasca banjir.(*)

Berita Terkait

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga
Penuh Haru, Ny. Sri Kartini Alfin Hadirkan Semangat bagi Pasien Cuci Darah di RSUD MH Thalib
Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Warga Desa Sungai Ning
ASN Sungai Penuh Qurban 39 Ekor Sapi
Wako Alfin Launching Digitalisasi Legalitas Kotak Amal dengan Sistem QR Barcode
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:04 WIB

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:01 WIB

Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:12 WIB

Penuh Haru, Ny. Sri Kartini Alfin Hadirkan Semangat bagi Pasien Cuci Darah di RSUD MH Thalib

Berita Terbaru