GLOBALJAMBI.CO.ID – Bisnis minuman dingin terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Di tengah cuaca panas dan gaya hidup masyarakat yang menyukai minuman segar, Es Teh Jumbo dan Es Teh Hijau Jumbo berhasil mencuri perhatian banyak konsumen. Selain menawarkan rasa yang menyegarkan, kedua minuman ini juga memberikan peluang keuntungan yang cukup besar bagi pelaku usaha.
Tidak hanya itu, modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini juga relatif terjangkau. Oleh karena itu, banyak pelaku UMKM mulai melirik bisnis Es Teh Jumbo dan Es Teh Hijau Jumbo sebagai sumber penghasilan harian yang menjanjikan.
Modal Awal Usaha Es Teh Jumbo dan Es Teh Hijau Jumbo Relatif Terjangkau
Sebelum memulai usaha, pelaku bisnis perlu menyiapkan beberapa kebutuhan utama. Dengan perencanaan yang tepat, pelaku usaha dapat menjalankan bisnis ini tanpa harus mengeluarkan modal besar.
Berikut perkiraan modal awal yang dibutuhkan:
- Gerobak atau booth sederhana: Rp2.500.000
- Dispenser atau wadah minuman: Rp500.000
- Gelas plastik jumbo dan tutup: Rp400.000
- Sedotan: Rp100.000
- Termos es: Rp300.000
- Meja dan perlengkapan pendukung: Rp500.000
- Bahan baku awal (teh, teh hijau, gula, es batu): Rp700.000
Total modal awal sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta.
Sementara itu, pelaku usaha yang memilih sistem jualan rumahan atau menggunakan meja sederhana dapat menekan modal hingga di bawah Rp3 juta.
Rincian Biaya Produksi dan Potensi Penjualan Harian
Setelah menyiapkan peralatan, pelaku usaha perlu menghitung biaya produksi harian. Langkah ini sangat penting karena dapat membantu menentukan harga jual yang kompetitif sekaligus mengoptimalkan keuntungan.
Sebagai contoh, biaya produksi satu gelas Es Teh Jumbo atau Es Teh Hijau Jumbo meliputi:
- Teh atau teh hijau: Rp400
- Gula: Rp300
- Es batu: Rp200
- Gelas dan tutup: Rp500
- Sedotan: Rp100
Total biaya produksi per gelas sekitar Rp1.500.
Kemudian, pelaku usaha dapat menjual Es Teh Jumbo dengan harga Rp5.000 hingga Rp7.000 per gelas, tergantung lokasi dan ukuran porsi.
Jika setiap hari berhasil menjual 100 gelas dengan harga rata-rata Rp6.000, maka omzet harian dapat mencapai:
100 gelas x Rp6.000 = Rp600.000 per hari.
Selain itu, tren minuman jumbo yang sedang populer membuat peluang penjualan semakin terbuka lebar, terutama di dekat sekolah, pasar, pusat keramaian, dan kawasan perkantoran.
Keuntungan Besar per Bulan Jadi Daya Tarik Utama
Setelah mengetahui omzet harian, pelaku usaha dapat menghitung potensi keuntungan secara lebih rinci.
Dengan biaya produksi Rp1.500 per gelas dan harga jual Rp6.000 per gelas, maka keuntungan kotor mencapai sekitar Rp4.500 per gelas.
Jika penjualan mencapai 100 gelas per hari, maka keuntungan kotor harian mencapai:
100 gelas x Rp4.500 = Rp450.000 per hari.
Selanjutnya, jika usaha berjalan selama 30 hari, maka potensi keuntungan kotor bulanan dapat mencapai:
Rp450.000 x 30 hari = Rp13.500.000 per bulan.
Bahkan, ketika lokasi usaha ramai dan penjualan meningkat hingga 150–200 gelas per hari, keuntungan bulanan berpeluang menembus Rp20 juta hingga Rp27 juta.
Karena itu, banyak pelaku UMKM mulai mengembangkan variasi rasa, menambah topping, serta menghadirkan kemasan yang menarik agar mampu meningkatkan daya saing. Dengan strategi pemasaran yang tepat, pelayanan yang ramah, dan kualitas rasa yang konsisten, usaha Es Teh Jumbo dan Es Teh Hijau Jumbo berpotensi menjadi sumber penghasilan yang stabil dalam jangka panjang.
Bisnis ini tidak hanya menawarkan modal yang terjangkau, tetapi juga menghadirkan peluang keuntungan yang cukup besar. Oleh sebab itu, Es Teh Jumbo dan Es Teh Hijau Jumbo layak masuk dalam daftar usaha minuman kekinian yang patut dicoba pada tahun ini.









