GLOBALJAMBI.CO.ID – Tren One-Person Business atau bisnis satu orang semakin mendominasi dunia digital pada 2026. Jika dulu banyak orang menganggap kesuksesan bisnis harus memiliki kantor besar dan puluhan karyawan, kini anggapan itu mulai berubah drastis. Sebaliknya, banyak orang justru mampu menghasilkan jutaan rupiah per hari hanya dari rumah dengan memanfaatkan internet, Artificial Intelligence (AI), dan produk digital.
Fenomena ini terus berkembang di Indonesia. Selain itu, banyak anak muda, ibu rumah tangga, hingga pekerja kantoran mulai tertarik membangun bisnis mandiri dengan modal minim namun berpotensi menghasilkan keuntungan besar.
Di Amerika Serikat, jumlah solopreneur bahkan mencapai sekitar 30 juta orang dan menyumbang hingga USD 1,7 triliun terhadap perekonomian. Sementara itu, tren serupa kini mulai meledak di Indonesia karena masyarakat semakin akrab dengan teknologi digital.
Kreator digital Agusleo Halim menilai siapa pun sebenarnya bisa membangun bisnis digital sendiri. Bahkan, seseorang hanya membutuhkan satu keahlian sederhana untuk memulai.
Turunkan Ego dan Mulai Belajar dari Nol
Menurut Agusleo, langkah pertama untuk sukses di dunia digital bukan soal modal uang. Sebaliknya, seseorang harus siap menurunkan ego dan mau belajar dari awal.
Banyak pebisnis konvensional gagal masuk ke dunia digital karena mereka merasa sudah sukses di dunia offline. Padahal, dunia digital terus berubah dan membutuhkan pola pikir baru.
Agusleo mencontohkan sosok Berto, seorang pengusaha offline yang rela belajar menjadi kreator TikTok dari nol. Karena konsisten belajar, ia akhirnya mampu memahami pasar digital dan membuka peluang bisnis baru.
“Ketika ego turun, rasa ingin tahu meningkat. Dari situlah seseorang mulai bergerak dan berkembang,” ujar Agusleo.
Selain itu, Agusleo menegaskan pasar digital tidak selalu mencari orang paling pintar. Sebaliknya, pasar hanya membutuhkan orang yang sedikit lebih paham dibanding audiensnya.
Karena itu, kemampuan sederhana seperti mengatur rumah, membuat desain, memasak, hingga menguasai rumus Excel dapat berubah menjadi produk digital bernilai tinggi jika seseorang mengemasnya dengan tepat.
Jual Solusi dan Bangun Cerita yang Kuat
Di era digital, konsumen tidak lagi membeli produk hanya karena fungsi. Sebaliknya, mereka membeli cerita, pengalaman, dan solusi.
Pakar branding Subiakto Priosoedarsono menjelaskan strategi branding modern kini berfokus pada penciptaan “fakta baru” di benak konsumen. Dengan kata lain, pebisnis harus mampu membangun persepsi unik sebelum menjual produk.
Ia mencontohkan kesuksesan Kopiko yang terkenal lewat slogan “Gantinya Ngopi”. Strategi tersebut berhasil membentuk pola pikir baru di masyarakat sehingga produk lebih mudah diterima pasar.
Karena itu, banyak solopreneur sukses lebih dulu membangun konten dan cerita sebelum meluncurkan produk utama mereka.
Strategi serupa juga dilakukan oleh penulis dan sineas Raditya Dika. Saat pandemi, Raditya rutin membagikan cerita pendek gratis di YouTube hingga videonya meraih jutaan penonton.
Namun, di balik konten gratis tersebut, Raditya ternyata membangun strategi funneling. Setelah audiens tertarik, ia kemudian membuka kelas menulis berbayar yang membahas teknik di balik cerita pendek tersebut.
Hasilnya, banyak kelas langsung terjual habis karena audiens merasa mendapatkan manfaat nyata sejak awal.
Dari Hobi Menjadi Mesin Penghasil Uang
Tren solopreneur juga membuka peluang besar bagi ibu rumah tangga dan pekerja remote. Selain itu, model bisnis ini memungkinkan seseorang bekerja dengan gaya hidup lebih santai atau slow living.
Michela, seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, membuktikan hal tersebut. Awalnya, ia hanya membuat daily vlog perjalanan luar negeri. Namun, ia kemudian membangun komunitas digital khusus pemburu travel reward.
Berkat konten yang tepat sasaran, komunitas tersebut berkembang pesat hingga memiliki ribuan anggota berbayar.
Di sisi lain, pasangan asal Yogyakarta, Pak Nurdin dan Reski, juga berhasil menjalankan bisnis digital dari daerah sub-urban yang tenang. Mereka bahkan mampu menghasilkan penjualan produk digital hingga Rp240 juta hanya dalam tiga hari.
Produk digital memang menawarkan keuntungan besar karena biaya produksinya sangat kecil. Selain itu, seseorang dapat meningkatkan penjualan tanpa batas melalui iklan digital dan media sosial.
Karena itu, semakin banyak masyarakat mulai melirik bisnis digital sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan.
Cara Memulai One-Person Business di 2026
Bagi pemula yang ingin membangun bisnis digital sendiri, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan.
Pertama, turunkan ego dan mulai belajar dari nol. Setelah itu, tulis kemampuan dasar yang dimiliki, meskipun terlihat sederhana.
Selanjutnya, fokuslah pada masalah yang sering dialami orang lain. Semakin besar masalah yang berhasil diselesaikan, semakin besar peluang bisnis berkembang.
Selain itu, bangun juga rumah digital seperti website pribadi atau akun media sosial profesional untuk mengumpulkan audiens dan data pelanggan.
Kini, banyak platform gratis seperti lynk.id yang membantu seseorang menjual produk digital tanpa modal besar.
Pada akhirnya, era ekonomi kreator bukan lagi sekadar tren masa depan. Sebaliknya, era tersebut sudah menjadi realitas saat ini. Karena itu, masyarakat harus mulai bergerak dan memanfaatkan peluang digital sebelum terlambat.









