GLOBALJAMBI.CO.ID – Bisnis ikan cupang masih menjadi salah satu peluang usaha rumahan yang menarik pada tahun 2026. Selain memiliki pasar yang luas, usaha ini juga menawarkan modal yang relatif terjangkau serta potensi keuntungan yang cukup besar.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap ikan hias, permintaan ikan cupang terus menunjukkan tren positif. Bahkan, banyak pelaku usaha mampu meraih keuntungan jutaan rupiah setiap bulan hanya dari lahan terbatas di rumah.
Oleh karena itu, banyak pemula mulai melirik bisnis ikan cupang sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, sebelum memulai usaha ini, calon pelaku bisnis perlu memahami rincian modal, biaya operasional, serta potensi keuntungan yang bisa diperoleh.
Rincian Modal Awal Budidaya Ikan Cupang Tahun 2026
Pertama, pelaku usaha perlu menyiapkan beberapa kebutuhan dasar untuk budidaya ikan cupang. Meskipun skala usaha masih kecil, perencanaan modal tetap menjadi langkah penting agar usaha berjalan lebih lancar.
Berikut perkiraan modal awal untuk 10 pasang indukan:
- Indukan ikan cupang berkualitas 10 pasang: Rp500.000
- Akuarium atau wadah pemijahan: Rp300.000
- Toples pembesaran dan pemeliharaan: Rp400.000
- Aerator dan perlengkapan pendukung: Rp200.000
- Pakan awal dan vitamin: Rp150.000
- Peralatan pendukung lainnya: Rp150.000
Total modal awal: sekitar Rp1.700.000
Namun demikian, pelaku usaha bisa menekan biaya apabila memanfaatkan wadah bekas yang masih layak pakai atau memulai usaha dalam skala lebih kecil.
Potensi Produksi dan Omzet Penjualan
Selanjutnya, setiap pasangan indukan ikan cupang mampu menghasilkan ratusan anakan dalam satu kali pemijahan. Akan tetapi, tingkat keberhasilan panen biasanya bergantung pada kualitas indukan, perawatan, serta kondisi lingkungan.
Sebagai gambaran, dari 10 pasangan indukan, pelaku usaha bisa menghasilkan sekitar 500 hingga 1.000 ekor ikan cupang siap jual dalam beberapa bulan.
Jika harga jual rata-rata mencapai Rp10.000 per ekor, maka perhitungannya menjadi:
- 500 ekor x Rp10.000 = Rp5.000.000
- 1.000 ekor x Rp10.000 = Rp10.000.000
Selain menjual ikan ukuran standar, peternak juga dapat menawarkan ikan dengan warna unik atau jenis premium yang memiliki harga jauh lebih tinggi.
Bahkan, beberapa ikan cupang kontes mampu terjual mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per ekor. Karena itu, kualitas budidaya sangat menentukan nilai jual produk.
Rincian Keuntungan Bisnis Ikan Cupang di Tahun 2026
Setelah mengetahui potensi omzet, pelaku usaha perlu menghitung biaya operasional bulanan seperti pakan, vitamin, listrik, dan perawatan.
Rata-rata biaya operasional per bulan berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 tergantung skala usaha.
Sebagai contoh:
- Omzet penjualan: Rp5.000.000
- Biaya operasional: Rp1.000.000
Keuntungan bersih: Rp4.000.000
Sementara itu, apabila produksi mencapai 1.000 ekor dengan harga jual rata-rata Rp10.000 per ekor, maka omzet bisa menyentuh Rp10.000.000.
Dengan biaya operasional sekitar Rp1.500.000, keuntungan bersih berpotensi mencapai Rp8.500.000.
Selain itu, pelaku usaha dapat meningkatkan pendapatan melalui penjualan pakan hidup, indukan unggulan, paket budidaya pemula, hingga pemasaran secara online melalui media sosial dan marketplace.
Dengan modal yang relatif kecil, risiko yang cukup terukur, serta pasar yang terus berkembang, bisnis ikan cupang pada tahun 2026 masih menawarkan peluang keuntungan yang menarik. Karena alasan tersebut, usaha ini layak menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis rumahan dengan modal terjangkau namun berpotensi menghasilkan cuan secara konsisten.









