Gerak Cepat Camat Depati Tujuh Cari Solusi Atasi Kekeringan Sawah Akibat Minimnya Air Irigasi

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Depati Tujuh bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait berkurangnya pasokan air irigasi Sekungkung yang berdampak pada mengeringnya lahan persawahan warga.

Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, bersama Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Depati Tujuh, turun langsung untuk mencari solusi konkret guna memastikan kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi.
Kekeringan yang terjadi disebabkan oleh minimnya debit air irigasi Sekungkung yang mengalir ke sejumlah wilayah persawahan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu masa tanam dan menurunkan hasil produksi pertanian masyarakat jika tidak segera ditangani.

Sebagai langkah awal, pemerintah kecamatan bersama pihak terkait menyepakati sejumlah solusi teknis yang akan segera dilaksanakan. Salah satunya adalah menaikkan bukaan pintu air utama dari sebelumnya sekitar 75 sentimeter menjadi 1 meter, guna meningkatkan volume aliran air menuju saluran irigasi.

Baca Juga :  Bank Jambi Cabang Kerinci Serahkan Bantuan CSR untuk Para Juara FASI XXII 1447 H/2025 M

Selain itu, dilakukan pula penambahan pintu air Sekungkung agar distribusi air ke wilayah persawahan di Desa Tebat Ijuk dan Desa Belui dapat berjalan lebih optimal dan merata. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi titik-titik sawah yang selama ini sulit teraliri air.

Solusi berikutnya adalah penerapan sistem buka-tutup pintu air Sekungkung dan pintu air Semumu secara terkoordinasi, sehingga aliran air dapat dibagi secara adil dan seluruh areal persawahan memperoleh pasokan air yang cukup.

Baca Juga :  64 Tahun Kerinci, Desa Renah Kasah Masih Bagaikan Anak Tiri

Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, menegaskan bahwa pemerintah kecamatan berkomitmen untuk tidak sekadar menampung keluhan masyarakat, tetapi juga segera menghadirkan solusi nyata di lapangan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mendengar keluhan masyarakat dan langsung mencarikan solusi. Bukan hanya mendengarkan, lalu membiarkannya tanpa tindak lanjut,” tegasnya.

Dengan langkah cepat dan sinergi lintas sektor ini, pemerintah kecamatan berharap persoalan kekurangan air irigasi dapat segera teratasi, sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan normal dan ketahanan pangan di wilayah Depati Tujuh tetap terjaga.(Adi)

Berita Terkait

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi
Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja
Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah
Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya
Bupati Monadi Buka LK II HMI Nasional, Ajak Kader Jaga Harmoni Kerinci–Sungai Penuh
Mensediar Raih Nilai Tertinggi UKK Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci
Bupati Monadi Dampingi Suplayer Eropa, Kayu Manis dan Nilam Kerinci Bidik Pasar Internasional
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya

Berita Terbaru