Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja. Diam Tertindas Atau Bangkit Melawan (Mahasiswa) ?

- Jurnalis

Rabu, 25 September 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Fhoto : Fhoto Herman Fatrik, SH

Indonesia yang memiliki jumlah penduduk ke-4 terbesar didunia menganut sistem demokrasi dalam menjalankan roda pemerintahan.

Sistem demokrasi dengan paham dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat ini, menjadikan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi yang dilimpahkan kepada wakil-wakilnya, baik di eksekutif maupun legislatif.

Hal ini menjadikan seluruh pemangku jabatan yang lahir dari proses demokrasi bertugas untuk menselaraskan ucapan dan perbuatannya, agar selalu berpihak dan mewakili suara dan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi, golongan atau kelompok.

Wajar ketika orang berpendapat bahwa nasib pejabat-pejabat tersebut ditentukan oleh seberapa mampunya mereka menjalankan amanah dan menahan nafsu, karna bisa saja mereka dihadapkan oleh pilihan antara neraka-surga atau bebas-penjara.

Dalam satu minggu belakangan ini publik dihebohkan dengan revisi UU KPK, karna banyak sekali pasal-pasal yang kontroversial dan dianggap malah semakin melemahkan KPK.

Baca Juga :  Warga Pulau Tengah Keliling Danau Nyatakan Pilihan ke Monadi - Murison

tidak hanya berhenti disitu, Publik juga dihebohkan dengan agenda pengesahan RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU pesantren, RUU Minerba, dan RUU Pertanahan, yang lagi-lagi ada banyak sekali pasal-pasal yang kontroversial didalamnya, yang dianggap merugikan masyarakat, membunuh nilai-nilai demokrasi, mengganggu privasi masyarakat dan mengedepankan kepentingan kelompok tertentu.

Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak, baik dari akademisi, LSM, Aktivis dan tidak lupa mahasiswa diberbagai kota dan kabupaten se-Indonesia. Terkhusus mahasiswa, mereka membuat gerakan serentak turun kejalan untuk menolak keras atas Revisi dan Rancangan Undang-undang kontroversial tersebut.

Parlemen jalanan ini adalah buah hasil dari ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan DPR yang dianggap tidak mampu mengakomodir aspirasi-aspirasi rakyat yang jelas-jelas semua itu bertujuan untuk meningkatkan pembangunan nasional secara menyeluruh dari berbagai sisi.

Harusnya parlemen jalanan tidak ada lagi dibumi yang kita cintai ini karna kita telah memberikan kepercayaan dan wewenang penuh kepada wakil kita yang duduk manis di kursi megah dengan harapan mereka yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat.

Baca Juga :  Pj. Bupati Kerinci Asraf Hadiri Peringatan Isra Mi'raj di Masjid Jamiatul Hikmah Tanjung Mudo Penawar

Kekecewaan berjamaah ini kemudian diperparah dengan adanya tindakan represif oknum aparat kepolisian, yang cenderung sewenang-wenang dalam menjaga keamanan peserta aksi di berbagai kota dan kabupaten. Akibatnya ratusan korban jiwa berjatuhan baik luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia.

Wahai kalian aktivis dan seluruh anggota parlemen jalanan!! Keadilan harus selalu kita tegakkan, perjuangan belum selesai dan harus tetap berlanjut, tetap semangat melawan tirani, karena kita berkewajiban untuk memastikan bumi pertiwi ini layak dan nyaman untuk dihuni oleh semua kalangan.

Panjang umur perjuangan, sampai bertemu di alun-alun kota.
Hidup mahasiswa.
Takbir!!!

Oleh : Herman Fatrik, SH

Berita Terkait

Nabil Minta Hukuman Mati Jika Hakim Tolak Pembelaannya, Sidang PN Jambi Jadi Sorotan
Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi
Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja
Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah
Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya
Wo Haris, Jangan Asal Ngango! Rakyat Jambi Butuh Udara Bersih, Bukan Sekadar Alasan
Bupati Monadi Buka LK II HMI Nasional, Ajak Kader Jaga Harmoni Kerinci–Sungai Penuh
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Nabil Minta Hukuman Mati Jika Hakim Tolak Pembelaannya, Sidang PN Jambi Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah

Berita Terbaru