GLOBALJAMBI.CO.ID – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kerinci pada Sabtu malam (23/5/2026) memicu banjir bandang di Desa Tanjung Pauh Mudik dan Desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat. Arus air yang deras membawa lumpur, batu, dan material kayu hingga menghambat aktivitas masyarakat.
Mendapat laporan bencana tersebut, Bupati Kerinci langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi warga terdampak. Dalam peninjauan itu, Monadi di dampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci Maya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci Dedi, serta Camat Danau Kerinci Barat Noverman Nurdin.
Bupati Monadi Tinjau Langsung Lokasi Banjir Bandang
Setibanya di lokasi, Bupati Monadi langsung memeriksa sejumlah titik banjir dan melihat kondisi infrastruktur yang rusak akibat luapan air. Selain itu, ia juga memastikan proses penanganan darurat berjalan cepat agar masyarakat tetap aman dari potensi banjir susulan.
Di tengah curah hujan yang masih tinggi di wilayah Kerinci, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus meningkatkan kesiapsiagaan. Karena itu, Monadi meminta seluruh instansi terkait bergerak cepat dan memperkuat koordinasi di lapangan.
“Kita minta penanganan di lakukan secepat mungkin. Alat berat harus segera bekerja agar material banjir bisa di bersihkan dan akses masyarakat tidak terputus,” ujar Monadi.
Pemkab Kerinci Kerahkan Alat Berat dan Bersihkan Akses Jalan
Selain meninjau lokasi, Bupati Monadi juga langsung menginstruksikan Dinas PUPR, BPBD, serta pemerintah desa agar bekerja sama membersihkan material banjir. Pemerintah daerah memprioritaskan pembukaan akses jalan, pembersihan aliran sungai, dan bantuan bagi warga terdampak.
Tidak hanya itu, Monadi juga meminta alat berat segera di turunkan ke lokasi untuk mempercepat proses normalisasi sungai dan pembersihan timbunan lumpur di badan jalan.
Pada malam ini, alat berat mulai bekerja di Desa Tanjung Pauh Hilir. Selanjutnya, proses pembersihan akan berlanjut ke Desa Tanjung Pauh Mudik pada Minggu pagi.
BPBD Data Dampak Banjir, Warga Di minta Tetap Waspada
Sementara itu, BPBD Kabupaten Kerinci bersama instansi terkait terus mendata dampak banjir bandang yang melanda dua desa tersebut. Petugas mencatat kondisi rumah warga, fasilitas umum, hingga infrastruktur yang terdampak akibat derasnya arus air.
Selain melakukan pendataan, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Kabupaten Kerinci.
Karena itu, warga yang berada di dekat aliran sungai dan daerah rawan longsor di minta meningkatkan kewaspadaan guna menghindari risiko bencana susulan.









