Petaka di Balik Tangki: Oplos Biosolar B50 dan Dexlite Bisa Hancurkan Mesin Diesel Modern

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Lonjakan harga bahan bakar diesel berkualitas tinggi membuat sebagian pemilik kendaraan diesel mencari cara instan untuk menekan biaya operasional. Salah satu trik yang sering beredar di kalangan pengguna mobil diesel ialah mencampur Biosolar B50 dengan Dexlite atau Pertamina Dex menggunakan rasio 1:1.

Sekilas, cara ini terlihat menguntungkan. Banyak pengendara percaya campuran tersebut mampu menaikkan angka cetane sekaligus membuat mesin lebih halus. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan ancaman serius bagi mesin diesel modern.

Kanal otomotif OMDOVLOG CHANNEL membedah praktik oplos BBM tersebut melalui analisis teknis, kalkulasi petrokimia, hingga kajian hukum. Hasilnya cukup mengejutkan. Campuran Biosolar dan Dexlite ternyata memicu kerusakan sistem bahan bakar secara perlahan tetapi mematikan.

Dexlite dan Pertamina Dex Ternyata Sudah Mengandung Biodiesel

Banyak pengguna kendaraan diesel mengira Dexlite atau Pertamina Dex masih berstatus BBM murni tanpa campuran biodiesel. Anggapan tersebut ternyata keliru.

Berdasarkan SK Dirjen Migas No. 447K/MG.06/DJM/2023, seluruh BBM diesel non-subsidi yang beredar di SPBU saat ini sudah mengandung campuran FAME atau biodiesel dengan status B35. Artinya, Dexlite maupun Pertamina Dex tetap membawa kandungan unsur nabati di dalamnya.

Karena itu, ketika pengguna mencampur Biosolar B50 dengan Dexlite, mereka sebenarnya mencampur dua bahan bakar yang sama-sama memiliki kandungan FAME tinggi.

Selain itu, distribusi BBM diesel murni tanpa biodiesel atau B0 hanya menyasar sektor industri tertentu dan kebutuhan militer. Kondisi tersebut membuat masyarakat umum hampir tidak memiliki akses terhadap solar murni.

Reaksi Kimia di Dalam Tangki Bisa Berubah Jadi “Bom Waktu”

Campuran Biosolar dan Dexlite tidak hanya mengubah karakter bahan bakar. Lebih dari itu, campuran tersebut juga memicu reaksi kimia kompleks di dalam tangki kendaraan.

Pada tahap awal, kandungan FAME dalam Biosolar bekerja sebagai pelarut agresif. Zat tersebut merontokkan kerak dan endapan lama yang menempel di dinding tangki. Akibatnya, kotoran langsung mengalir menuju filter bahan bakar.

Selanjutnya, masalah bertambah parah. Molekul FAME yang bersifat polar bertabrakan dengan aditif deterjen premium pada Dexlite yang bersifat nonpolar. Reaksi tersebut memicu pemisahan aditif dan menghasilkan gumpalan gel.

Baca Juga :  Jaecoo J5 EV: SUV Viral Rp300 Jutaan yang Bikin Kompetitor Terlihat Kemahalan

Gumpalan inilah yang kemudian menyumbat filter solar jauh lebih cepat dari usia normalnya.

Di sisi lain, sifat higroskopis pada biodiesel membuat bahan bakar lebih mudah menyerap air. Ketika kadar air meningkat, proses hidrolisis mulai memecah molekul ester menjadi asam lemak bebas yang bersifat korosif terhadap komponen logam mesin.

Sulfur Tinggi Menjadi Ancaman Serius untuk Mesin Euro 4

Secara matematis, campuran Biosolar dan Pertamina Dex memang mampu meningkatkan Cetane Number hingga mendekati angka 50. Efek tersebut membuat suara mesin terdengar lebih halus dan mengurangi gejala knocking.

Namun, peningkatan performa sesaat itu menyimpan bahaya besar.

Biosolar B50 membawa kandungan sulfur sekitar 2.500 ppm. Sementara itu, Pertamina Dex hanya memiliki sulfur 50 ppm. Ketika pengguna mencampur keduanya dengan rasio 1:1, kadar sulfur campuran tetap berada di kisaran 1.275 ppm.

Angka tersebut jauh melampaui standar mesin diesel modern Euro 4 yang hanya mentoleransi sulfur maksimal 50 ppm.

Kondisi ini kemudian memicu pembentukan asam sulfat di dalam sistem pembakaran. Asam tersebut menghancurkan lapisan pelindung mesin dan mempercepat korosi pada komponen internal.

Mesin CRDI Sangat Rentan Rusak Akibat BBM Oplosan

Mesin diesel modern dengan teknologi Common Rail Direct Injection (CRDI) memiliki toleransi komponen yang sangat presisi. Celah injektor pada mesin seperti Toyota Fortuner, Innova Diesel, hingga Mitsubishi Pajero Sport bahkan hanya berkisar 1–2 mikron.

Karena itu, sedikit saja kontaminasi air atau lumpur langsung menimbulkan kerusakan serius.

Saat emulsi air dari BBM oplosan masuk ke ruang bakar bersuhu tinggi dengan tekanan lebih dari 2.000 bar, air langsung mendidih dan memicu ledakan mikro. Fenomena ini dikenal sebagai cavitation erosion.

Ledakan mikro tersebut terus mengikis ujung injektor dari dalam hingga akhirnya merusak pola semprotan bahan bakar.

Biaya perbaikannya pun tidak murah. Rekondisi supply pump dapat menembus Rp5,5 juta hingga Rp10 juta. Sementara itu, biaya perbaikan injektor berkisar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per silinder.

Baca Juga :  Gili Galaxy Cruiser 700 2026, Siap Guncang Dominasi Jeep Rubicon

Garansi Mesin Bisa Langsung Hangus

Bagi pemilik kendaraan baru, praktik oplos BBM juga membawa risiko administratif yang serius.

Ketika kendaraan mengalami kerusakan dan masuk ke bengkel resmi, teknisi biasanya melakukan pemeriksaan sampel bahan bakar. Jika laboratorium menemukan ketidaksesuaian spesifikasi akibat campuran ilegal, pihak dealer berhak membatalkan garansi mesin.

Selain itu, pelaku usaha armada komersial juga menghadapi ancaman pidana. Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001 melarang aktivitas illegal blending tanpa izin resmi.

Pelanggaran tersebut dapat berujung pada hukuman pidana dan denda dengan nilai sangat besar.

Solusi Aman Dibanding Mengoplos BBM

Alih-alih mencampur bahan bakar secara sembarangan, para ahli dan peneliti Lemigas justru merekomendasikan langkah teknis yang lebih aman.

Pertama, pengguna sebaiknya memasang water separator tambahan berkualitas untuk menyaring air dan lumpur sebelum masuk ke filter utama.

Kedua, pemilik kendaraan perlu mempercepat interval penggantian filter solar, terutama untuk kendaraan yang rutin menggunakan Biosolar tinggi FAME.

Ketiga, pengguna juga perlu melakukan diesel purging secara berkala setiap 10.000 kilometer agar injektor tetap bersih dan performa mesin tetap optimal.

Selain itu, jika tenaga mesin terasa menurun, pemilik kendaraan lebih baik melakukan ECU remap di bengkel terpercaya dibanding mengambil risiko melalui oplos BBM.

Mengoplos Biosolar B50 dengan Dexlite atau Pertamina Dex memang terlihat seperti solusi hemat. Namun, praktik tersebut justru membuka pintu kerusakan besar pada mesin diesel modern.

Campuran bahan bakar dapat memicu penyumbatan filter, meningkatkan korosi, merusak injektor, hingga membuat garansi kendaraan hangus. Bahkan, risiko hukum juga mengintai pengguna yang melakukan pencampuran ilegal dalam skala komersial.

Karena itu, pemilik kendaraan diesel sebaiknya fokus pada perawatan mekanis dan penggunaan bahan bakar sesuai spesifikasi pabrikan. Langkah tersebut jauh lebih aman dibanding mempertaruhkan mesin puluhan hingga ratusan juta rupiah demi penghematan sesaat.

Berita Terkait

Sengaja Dibuat “Anomali”? Ini Alasan Harga Asli Pertalite Justru Lebih Mahal dari Pertama
Heboh Isu Mobil di Atas 1.400 cc Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni, Avanza dan Xpander Terancam? Ini Penjelasan Pertamina
Tampang Sangar Bak Alien, Suzuki Burgman 150 Resmi Mengaspal, Siap Goyang Takhta NMAX dan PCX
Honda X-ADV 750 Tampil Garang dengan Aura Predator Malam
Yamaha YZF-R7 2027 Tampil Brutal dengan Livery White Blue, Sportbike Middle-Class Paling Ganteng Tahun Ini?
BMW K1600 GTL 2027 Hadir dengan Mesin 6-Silinder, Motor Touring Sultan dengan Kenyamanan Kelas First Class
Orang Pintar Pilih Mobil Cina?” Fenomena Ini Mulai Bikin Pabrikan Jepang Ketar-Ketir
Menakar Fakta Maung Pindad MV3: Mobil Nasional Asli atau Sekadar Karoseri Premium?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:30 WIB

Sengaja Dibuat “Anomali”? Ini Alasan Harga Asli Pertalite Justru Lebih Mahal dari Pertama

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:00 WIB

Heboh Isu Mobil di Atas 1.400 cc Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni, Avanza dan Xpander Terancam? Ini Penjelasan Pertamina

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:30 WIB

Petaka di Balik Tangki: Oplos Biosolar B50 dan Dexlite Bisa Hancurkan Mesin Diesel Modern

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:30 WIB

Tampang Sangar Bak Alien, Suzuki Burgman 150 Resmi Mengaspal, Siap Goyang Takhta NMAX dan PCX

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:30 WIB

Honda X-ADV 750 Tampil Garang dengan Aura Predator Malam

Berita Terbaru

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Dorong Fly Over Jambi–Sumbar

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:35 WIB