GLOBALJAMBI.CO.ID – Bank Jambi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini. Melalui momentum Bulan Literasi Keuangan 2026, keduanya menggelar edukasi keuangan syariah bagi para santri sekaligus menjalankan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kerinci.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Duta Literasi Keuangan OJK ini menghadirkan Kepala OJK Jambi, Yan Iswara Rosya, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra, Efrawadi. Sejak awal kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti setiap materi yang disampaikan.
Literasi Keuangan Jadi Prioritas Utama
Kepala OJK Jambi, Yan Iswara Rosya, menegaskan bahwa OJK tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan industri jasa keuangan, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan, terutama di kalangan pelajar dan santri.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan masih perlu peningkatan. Berdasarkan survei, dari 100 orang, hanya sekitar 60 orang yang memahami konsep keuangan dengan baik.
Lebih jauh lagi, ia mengingatkan bahwa rendahnya literasi keuangan meningkatkan risiko bagi generasi muda. Mereka rentan terjebak dalam praktik judi online, kecanduan game seperti Mobile Legends dan Free Fire, serta pinjaman online ilegal. Oleh karena itu, ia menilai edukasi seperti ini menjadi langkah penting untuk membekali santri dengan pengetahuan keuangan yang kuat sejak dini.
Edukasi Syariah Dorong Keuangan Aman dan Berkah
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, memaparkan berbagai produk perbankan syariah secara langsung kepada para santri. Ia menekankan bahwa sistem keuangan syariah tidak hanya menghadirkan layanan keuangan, tetapi juga mengedepankan nilai keadilan, transparansi, dan keberkahan.
Selanjutnya, Bank Jambi mendorong para santri agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga menerapkan pengelolaan keuangan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, para santri dapat membangun kebiasaan finansial yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Dirut Bank Jambi Tekankan Peran Generasi Muda
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menegaskan bahwa literasi keuangan syariah menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial dan berakhlak.
“Perbankan syariah hadir bukan sekadar sebagai alternatif, melainkan sebagai solusi keuangan yang berlandaskan prinsip keadilan, transparansi, dan keberkahan. Sistem ini tidak mengandung unsur riba, gharar, maupun maisir. Karena itu, masyarakat, khususnya para santri, perlu memahami bahwa setiap produk perbankan syariah dirancang untuk memberikan manfaat yang seimbang antara dunia dan akhirat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Bank Jambi terus mengembangkan berbagai produk syariah, mulai dari tabungan syariah, pembiayaan berbasis akad, hingga layanan digital yang mempermudah transaksi sesuai prinsip Islam.
Kemudian, ia menambahkan bahwa edukasi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan menabung atau berinvestasi. Sebaliknya, setiap individu harus memastikan setiap transaksi berjalan sesuai nilai-nilai syariah.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan finansial sejak usia muda. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda akan lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Mereka pun mampu menghindari praktik keuangan ilegal serta mengelola keuangan secara berkelanjutan.
Pada akhirnya, Khairul Suhairi berharap kolaborasi antara OJK, Bank Jambi, dan pemerintah daerah terus berjalan secara konsisten. Dengan begitu, literasi keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.








