Dewan Diminta Agar Dirut RSU Buat Petisi, Jika Kembali Terjadi Siap Mundur

- Jurnalis

Kamis, 14 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.COM, Sungai Penuh — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh diminta agar Direktur Utama (Dirut) RSU MHA Thalib Sungai Penuh untuk segera membuat petisi yang menyatakan kesiapan dirinya untuk mundur jika pelayanan rumah sakit tersebut tidak mengalami perbaikan signifikan dalam waktu dekat.

Permintaan tersebut muncul setelah semakin banyaknya keluhan dari masyarakat terkait kualitas layanan medis yang buruk sejak dilantiknya Dirut baru. Apalagi pasca terjadinya video viral Keluarga pasien ngamuk.

Masyarakat mengatakan bahwa dengan semakin buruknya pelayanan di RSU MHA Thalib, di mana warga lebih memilih berobat ke rumah sakit di Kabupaten Muaro Labuh, ada indikasi bahwa manajemen rumah sakit perlu dievaluasi secara menyeluruh. Tokoh masyarakat Kerinci, Hidayat, mengungkapkan bahwa sudah saatnya pihak manajemen RSU MHA Thalib bertanggung jawab atas krisis pelayanan yang sedang terjadi.

Baca Juga :  Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo

“Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Banyak warga yang mengeluh soal layanan rumah sakit yang semakin buruk, mulai dari kurangnya pelayanan dari tenaga medis, hingga fasilitas yang tidak memadai. Kami meminta Dirut untuk membuat petisi yang menegaskan komitmennya untuk mundur jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan nyata dalam pelayanan,” ujar Hidayat.

Menurutnya, dengan adanya petisi tersebut, pihak Dirut dapat menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab atas kinerja rumah sakit yang dipimpinnya. Sehingga, langkah tersebut bisa menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik, sehingga masyarakat merasa lebih dihargai dan terlindungi hak-haknya sebagai pasien.

Baca Juga :  Buntut Putusan Dinilai Janggal, Pengadilan Negeri Sungai Penuh Didemo

Sejumlah warga yang ditemui mengapresiasi ide tersebut. Salah satunya, Rizki (38), seorang warga Sungai Penuh, mengatakan, “Jika memang Dirut tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, lebih baik mundur dan memberi kesempatan kepada orang lain yang bisa mengelola rumah sakit dengan lebih profesional. Kami sebagai masyarakat sudah sangat kesulitan dengan kondisi rumah sakit yang seperti ini.”

Dengan tekanan yang terus meningkat dari masyarakat dan anggota dewan, diharapkan rumah sakit tersebut dapat segera melakukan perbaikan yang dapat mengembalikan kepercayaan warga.(Adi)

Berita Terkait

Premanisme Rokok Ilegal Jambi Kian Brutal, Aktivis GETAR Mengaku Diancam Dipenggal
LSM GAN Seret Dugaan Mandeknya Kasus Ruko Tangkit ke Kejagung
Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga
Penuh Haru, Ny. Sri Kartini Alfin Hadirkan Semangat bagi Pasien Cuci Darah di RSUD MH Thalib
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:12 WIB

Premanisme Rokok Ilegal Jambi Kian Brutal, Aktivis GETAR Mengaku Diancam Dipenggal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:38 WIB

LSM GAN Seret Dugaan Mandeknya Kasus Ruko Tangkit ke Kejagung

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:10 WIB

Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci

Senin, 1 Juni 2026 - 12:04 WIB

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Berita Terbaru