GLOBALJAMBI.CO.ID – Pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M. menilai keputusan Bank Jambi membuka layanan operasional kantor cabang hingga akhir pekan sebagai langkah strategis dalam menjaga kepercayaan nasabah. Kebijakan ini muncul setelah gangguan sistem yang terjadi pasca insiden keamanan siber.
Menurut Laila, keberlanjutan layanan kepada nasabah atau service continuity menjadi faktor utama dalam industri perbankan. Karena itu, bank harus memastikan masyarakat tetap dapat melakukan transaksi meskipun sebagian layanan digital mengalami kendala.
Layanan Akhir Pekan Jadi Strategi Menjaga Transaksi Nasabah
Laila menjelaskan, pembukaan layanan pada Sabtu dan Minggu menunjukkan komitmen manajemen Bank Jambi dalam menjaga ketahanan operasional atau operational resilience. Melalui kebijakan tersebut, bank memastikan aktivitas transaksi nasabah tetap berjalan.
Terlebih lagi, ketika layanan berbasis digital seperti ATM dan mobile banking mengalami gangguan, bank perlu mengalihkan layanan ke kanal fisik di kantor cabang. Langkah ini, menurutnya, menjadi mekanisme mitigasi yang lazim dalam manajemen krisis operasional perbankan.
“Pembukaan layanan hingga Sabtu dan Minggu menunjukkan bahwa Bank Jambi berupaya menjaga operational resilience agar aktivitas transaksi nasabah tetap berjalan, khususnya untuk layanan dasar seperti penarikan, setoran, dan verifikasi rekening,” ujar Laila Farhat, Sabtu (7/3/2026).
Penguatan Layanan Teller dan CS Jaga Kepercayaan Nasabah
Selain itu, Laila menilai penguatan layanan teller dan customer service di kantor cabang menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas pelayanan. Dengan memperkuat layanan langsung kepada nasabah, bank dapat memastikan proses transaksi tetap berlangsung secara aman.
Di sisi lain, bank juga perlu menjaga integritas sistem transaksi selama proses pemulihan teknologi informasi berlangsung. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas layanan tatap muka di kantor cabang menjadi strategi penting untuk mempertahankan kepercayaan nasabah.
Percepat Pemulihan Sistem dan Perkuat Keamanan Siber
Meski demikian, Laila menekankan bahwa langkah operasional tersebut harus berjalan beriringan dengan percepatan pemulihan sistem teknologi informasi. Bank Jambi juga perlu melakukan audit keamanan IT secara menyeluruh.
Selanjutnya, bank harus memperkuat kerangka cyber security governance guna mencegah potensi kerentanan serupa pada masa mendatang. Dengan begitu, stabilitas layanan dan keamanan sistem dapat terjaga secara berkelanjutan.
Momentum Perkuat Transformasi Digital Perbankan
Di samping itu, Laila menilai Bank Jambi masih memiliki kapasitas institusional yang cukup kuat untuk melakukan pemulihan. Dukungan permodalan yang relatif memadai serta struktur keuangan yang stabil memberi ruang bagi bank untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi.
Melalui penguatan tersebut, bank dapat meningkatkan kerangka manajemen risiko, memperbaiki sistem disaster recovery, serta mengembangkan infrastruktur digital yang lebih aman.
Menurut Laila, insiden ini justru dapat menjadi momentum bagi Bank Jambi untuk mempercepat transformasi digital yang lebih kuat dan berkelanjutan. Apalagi jika proses pemulihan sistem berlangsung secara transparan dan komunikasi kepada publik berjalan terbuka.
Pada akhirnya, langkah tersebut berpotensi menjaga reputasi Bank Jambi sekaligus mempertahankan kepercayaan nasabah, yang selama ini menjadi fondasi utama dalam industri perbankan.









