Wako Alfin Harus Faham, Jembatan Layang itu Ikon Wisata, Pedagang dan Macet Itulah Seninya Wisata

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, Sungaipenuh – Pak Wali Kota yang terhormat, izinkan warga menyampaikan uneg-uneg soal nasib Jembatan Kerinduan, ikon wisata yang dulu selalu ramai dan hidup. Sore-sore, tempat ini seperti pasar kuliner terbuka—pedagang kaki lima (PKL) berjajar, anak-anak berlarian, orang berfoto dengan latar sunset, dan kendaraan lalu-lalang meski sedikit macet. Tapi, bukankah itu justru bagian dari seninya?

Sejak penertiban oleh Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait, suasana itu hilang. Jembatan kini memang rapi dan trotoarnya kosong, tapi juga sunyi. Tidak ada lagi aroma jagung bakar, tidak ada lagi deretan es tebu, tidak ada lagi musik dari speaker kecil para pedagang. “Yang ada hanya tiang lampu, jalan aspal, dan angin sore yang terasa dingin,” Ujar Pratama, warga Sungai Penuh.

Dikatakan nya bahwa, Warga paham aturan harus ditegakkan. Berjualan di trotoar melanggar Perda, demi kelancaran lalu lintas, kenyamanan, dan kebersihan. Tapi, apakah ikon wisata bisa dibiarkan steril seperti ini? Para PKL hadir bukan tanpa alasan, lapangan kerja terbatas, ekonomi sulit, dan lokasi jembatan strategis untuk mencari nafkah. “Mereka justru ikut membuat Sungai Penuh punya magnet bagi wisatawan, ” Tegasnya.

Beberapa pengamat pariwisata bahkan menilai, kemacetan kecil, keramaian, dan interaksi di jembatan adalah bagian dari “cerita” sebuah tempat wisata. Menertibkan tanpa memberi solusi hanya mematikan denyut hidupnya.

“Pak Wali, warga hanya ingin agar penertiban ini diikuti dengan penataan. Beri ruang bagi pedagang untuk tetap berjualan dengan rapi dan tertib, sehingga wisatawan tetap punya alasan datang, dan PKL tetap punya sumber penghidupan. Sebab, jembatan ini bukan hanya beton dan lampu, tapi juga tempat ribuan cerita dan rezeki, ” Pungkasnya.(adi)

Baca Juga :  Tim Medis Rutan Kelas II B Sungai Penuh Berikan Layanan Pojok Medis Klinik Pratama

Berita Terkait

Wawako Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala Sekolah SD dan SMP di Sungai Penuh
Antrean Haji Kini 14 Tahun, Daftar di Bank Jambi, Nasabah Didampingi hingga Dapat Nomor Porsi
Bank Jambi Hadirkan Gebyar Akhir Tahun Bebas Biaya, Berlaku hingga 31 Desember 2026
Bank Jambi Sungai Penuh Koperatif, Tegaskan Kewajiban Telah Diselesaikan
Serahkan Bantuan Alsintan, Pemkot Sungai Penuh Dorong Produktivitas Pertanian
Wako Alfin Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Serius Garap Rencana Flyover Sungai Penuh–Tapan, Wako Alfin Bahas Jalur dengan TNKS
Wako Alfin Kawal Percepatan Pembangunan Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:47 WIB

Wawako Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala Sekolah SD dan SMP di Sungai Penuh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Antrean Haji Kini 14 Tahun, Daftar di Bank Jambi, Nasabah Didampingi hingga Dapat Nomor Porsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Bank Jambi Hadirkan Gebyar Akhir Tahun Bebas Biaya, Berlaku hingga 31 Desember 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Bank Jambi Sungai Penuh Koperatif, Tegaskan Kewajiban Telah Diselesaikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Serahkan Bantuan Alsintan, Pemkot Sungai Penuh Dorong Produktivitas Pertanian

Berita Terbaru