Kabut Asap Memburuk, Disdik Kerinci Terapkan PJJ bagi Siswa SD dan SMP

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mengambil langkah antisipasi menyusul memburuknya kualitas udara akibat potensi kabut asap. Untuk melindungi kesehatan siswa, Dinas Pendidikan Kerinci menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SD dan SMP pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Isra Kamar, S.Pd., meminta seluruh satuan pendidikan menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi kualitas udara. Dengan demikian, siswa tetap dapat belajar tanpa harus datang ke sekolah.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/66/DISDIK/X/2026 yang terbit pada 9 Oktober 2026. Selain itu, surat tersebut menindaklanjuti arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci pada 8 Oktober 2026 mengenai antisipasi dan penanganan dampak memburuknya kualitas udara.

Dinas Pendidikan Kerinci Prioritaskan Kesehatan Siswa

Disdik Kerinci menempatkan keselamatan dan kesehatan siswa sebagai pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar selama kondisi udara memburuk. Karena itu, sekolah perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan situasi yang berkembang.

“Keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama kami. Melalui pembelajaran jarak jauh ini, kami ingin mengurangi risiko paparan kabut asap sekaligus memastikan anak-anak tetap mengikuti kegiatan belajar.”

Isra juga mengimbau kepala sekolah dan guru agar mengatur materi serta tugas secara proporsional. Dengan begitu, siswa dapat mengikuti pembelajaran dari rumah tanpa menghadapi beban tugas yang berlebihan.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Lantik Tiga Direksi PDAM Tirta Sakti dan Kadis Perindagkop

Selain itu, Dinas Pendidikan Kerinci meminta seluruh satuan pendidikan terus memantau perkembangan kondisi udara. Pihak sekolah juga perlu mengikuti arahan pemerintah daerah agar pelaksanaan PJJ berjalan sesuai kebutuhan.

Siswa Belajar dari Rumah, Guru Tetap Lakukan Absensi

Selama PJJ berlangsung, sekolah dapat menggunakan metode daring, luring, atau kombinasi keduanya. Pemilihan metode tersebut harus mempertimbangkan akses internet, ketersediaan perangkat, dan kondisi setiap siswa.

Namun, tidak semua siswa memiliki fasilitas pembelajaran daring yang memadai. Oleh sebab itu, sekolah perlu menyediakan alternatif berupa modul atau lembar kerja yang dapat siswa kerjakan dari rumah.

Selanjutnya, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan absensi dari rumah selama kebijakan PJJ berlaku. Kepala sekolah juga perlu memastikan seluruh tenaga pendidik memahami ketentuan tersebut.

Di sisi lain, orang tua dan wali murid harus menerima informasi yang jelas mengenai mekanisme pembelajaran. Dinas Pendidikan Kerinci juga menegaskan bahwa siswa tidak perlu datang ke sekolah hanya untuk mengumpulkan tugas atau mengikuti kegiatan tatap muka selama PJJ berlaku.

Dengan pengaturan tersebut, sekolah dapat menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus menyesuaikan kegiatan pendidikan dengan kondisi darurat kualitas udara.

Baca Juga :  Baleho untuk Kerinci 2024 Tersebar dari Muaro Imat Hingga Kayu Aro, ini Profil Dokter Deri Mulyadi

Orang Tua Di minta Batasi Aktivitas Anak di Luar Rumah

Selain mengatur kegiatan belajar, Dinas Pendidikan Kerinci mengajak orang tua berperan aktif menjaga kesehatan anak selama kondisi udara memburuk. Langkah ini penting karena paparan kabut asap dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak.

Pertama, orang tua perlu memastikan anak mengikuti pembelajaran dari rumah. Selanjutnya, mereka perlu membatasi aktivitas anak di luar ruangan, khususnya ketika kabut asap terlihat pekat.

Orang tua juga perlu memastikan anak mendapat istirahat yang cukup, minum air putih secara teratur, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Apabila anak mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinas Pendidikan Kerinci menegaskan bahwa penerapan PJJ bersifat situasional. Artinya, sekolah perlu menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan perkembangan kualitas udara, kondisi kabut asap, serta arahan pemerintah daerah.

Melalui kebijakan ini, Dinas Pendidikan Kerinci berharap siswa tetap memperoleh layanan pendidikan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan mereka di tengah ancaman memburuknya kualitas udara.

Berita Terkait

Mensediar Raih Nilai Tertinggi UKK Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci
Bupati Monadi Dampingi Suplayer Eropa, Kayu Manis dan Nilam Kerinci Bidik Pasar Internasional
10 Tim Kabupaten dan Kota Ramaikan Fun Football Pers Jambi di Batanghari, Jadwal Bergeser ke 23 Oktober
Bupati Monadi Gerak Cepat ke KemenPAN-RB, MPP Kerinci Ditargetkan Berdiri Semester I 2027
LSM Semut Merah Minta Kejati Jambi Periksa Proyek Tanggul dan Normalisasi Batang Merao Rp 15 Miliar
HUT ke-36 Perumda Tirta Sakti, Bupati Monadi Dorong Transformasi Pelayanan dan Kepedulian Sosial
Jalan Lubuk Suli Dipastikan Diperbaiki 2026, Anggaran Capai Rp1,5 Miliar
Gudang Percetakan MKM Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Dibakar OTK
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Mensediar Raih Nilai Tertinggi UKK Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Bupati Monadi Dampingi Suplayer Eropa, Kayu Manis dan Nilam Kerinci Bidik Pasar Internasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

10 Tim Kabupaten dan Kota Ramaikan Fun Football Pers Jambi di Batanghari, Jadwal Bergeser ke 23 Oktober

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Kabut Asap Memburuk, Disdik Kerinci Terapkan PJJ bagi Siswa SD dan SMP

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Bupati Monadi Gerak Cepat ke KemenPAN-RB, MPP Kerinci Ditargetkan Berdiri Semester I 2027

Berita Terbaru