Kerinci Negeri Seribu Budaya, Warisan Leluhur yang Terus Hidup di Tengah Keindahan Alam

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, KERINCI – Kerinci bukan hanya menawarkan panorama alam yang memukau. Di balik Gunung Kerinci yang menjulang hingga 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketenangan Danau Kerinci, serta hamparan kebun teh Kayu Aro yang mendunia, masyarakat juga menjaga kekayaan budaya yang telah tumbuh selama ratusan tahun.

Karena itu, Kerinci layak menyandang julukan “Negeri Seribu Budaya”.

Kekayaan tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk kesenian. Lebih dari itu, budaya Kerinci tumbuh dalam adat, tradisi, sistem kehidupan masyarakat. Hingga berbagai cerita yang terus masyarakat wariskan dari generasi ke generasi.

Jejak Sejarah dan Tradisi yang Tetap Hidup

Suku Kerinci sebagai masyarakat asli lembah Kerinci memiliki warisan budaya yang sangat beragam. Bahkan, jejak kehidupan masa lalu masih dapat masyarakat temukan melalui berbagai peninggalan megalitikum, termasuk menhir yang tersebar di sejumlah wilayah.

Selain peninggalan sejarah, masyarakat Kerinci juga terus menjalankan berbagai tradisi adat. Salah satunya Kenduri Sko, tradisi yang memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.

Hampir setiap desa di Kerinci memiliki tradisi Kenduri Sko dengan bentuk pelaksanaan dan kekhasan masing-masing. Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Sebaliknya, Kenduri Sko menjadi ruang masyarakat untuk mempererat hubungan, menghormati leluhur, serta menjaga nilai-nilai adat.

Sementara itu, sistem Depati juga tetap menjadi bagian penting dari identitas adat Kerinci. Nilai-nilai adat tersebut kemudian hadir dalam berbagai tahapan kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Terjadi Gempa Bumi Siang ini, Kali ini Lokasinya Tidak Jauh dari Kerinci Jambi

Dalam pernikahan, misalnya, masyarakat mengenakan Baju Koto Gadang dan Songket Kerinci dengan penuh makna. Kemudian, dalam berbagai hajatan, masyarakat menampilkan tari tradisional dan kesenian daerah. Sebagai ungkapan syukur sekaligus bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

“Di Kerinci, hidup itu sudah ada pakemnya. Mau bertani ada doanya, mau membangun rumah ada pantang larang, mau menikah ada adat. Itu semua warisan leluhur yang harus kita jaga,” kata Ibrahim, Pamong Budaya.

Pemkab Kerinci Perkuat Pelestarian Budaya

Melihat besarnya potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat upaya pelestarian kebudayaan.

Pada 2026, pemerintah daerah menjalankan sejumlah program pendataan dan pengembangan kebudayaan. Salah satu langkah pentingnya hadir melalui Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

Melalui PPKD, pemerintah dapat memetakan berbagai potensi, tradisi, kesenian, sejarah, serta kekayaan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menyusun program pelestarian budaya secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta, mengatakan pihaknya juga terus mendorong proses pendataan dan penguatan warisan budaya.

“Tim Ahli Warisan Budaya sudah bekerja maksimal hingga proses penetapan melalui SK Bupati,” jelas Jamal Penta.

Langkah tersebut menjadi penting. Sebab, pendataan tidak hanya membantu pemerintah mengenali kekayaan budaya Kerinci. Tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk mempelajari dan mengembangkan warisan tersebut.

Dengan begitu, budaya tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Sebaliknya, budaya dapat terus tumbuh dan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Baca Juga :  Hadiri Pembukaan Turnamen Badminton, Dokter Deri : Ajang Silaturahmi dan Junjung Tinggi Sportifitas

Generasi Muda Mulai Bangga dengan Budaya Kerinci

Pelestarian budaya juga membutuhkan keterlibatan generasi muda. Tanpa regenerasi, berbagai tradisi berisiko kehilangan penerus.

Namun, perkembangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan harapan positif. Generasi muda mulai menunjukkan kebanggaan terhadap pakaian adat, kesenian tradisional, serta berbagai tradisi Kerinci.

“Dulu anak muda malu pakai baju adat. Sekarang setelah ada penetapan dan sering di pentaskan, mereka justru bangga. Ini identitas kita,” ungkapnya.

Karena itu, pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, pelaku seni, masyarakat, sekolah, dan generasi muda. Selain itu, perkembangan teknologi juga dapat masyarakat manfaatkan untuk memperkenalkan budaya Kerinci kepada khalayak yang lebih luas.

Kerinci akhirnya memiliki dua kekuatan yang saling melengkapi: keindahan alam dan kekayaan budaya.

Gunung Kerinci menjadi simbol kekuatan alam. Danau Kerinci menghadirkan ketenangan. Kebun teh Kayu Aro memperlihatkan kekayaan agrikultur. Sementara itu, adat, kesenian, tradisi, dan sejarah menjadi jiwa yang menghidupkan seluruh kekayaan tersebut.

Oleh sebab itu, Kerinci tidak cukup hanya di kenal sebagai daerah yang memiliki gunung tertinggi di Sumatra. Kerinci juga pantas di kenal sebagai daerah yang mampu menjaga identitas dan warisan leluhurnya.

“Datanglah ke Kerinci. Jangan hanya lihat gunungnya. Duduklah, dengar ceritanya. Di sanalah Anda akan menemukan jiwa Kerinci yang sebenarnya,” tutupnya.

Berita Terkait

Dinkes Kerinci Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan BLUD untuk Seluruh Faskes
Wako Alfin Kawal Percepatan Pembangunan Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh
Ini 7 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci
Pemkot Sungai Penuh dan Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual
Wawako Azhar Hamzah Serahkan 12.000 Bibit Ikan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan Kayangan
Mobile Banking Bank Jambi Kembali Aktif, Lupa Pasword, ini Caranya
Bank Jambi Kerinci Ambil Bagian di Festival Kopi Kerinci
Proyek Tanggul Batang Merao Rp12,9 Miliar Disorot, Dugaan Pengurangan Jumbo Bag Minta Diusut
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:20 WIB

Dinkes Kerinci Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan BLUD untuk Seluruh Faskes

Sabtu, 26 September 2026 - 21:49 WIB

Wako Alfin Kawal Percepatan Pembangunan Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh

Jumat, 25 September 2026 - 19:32 WIB

Ini 7 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci

Kamis, 24 September 2026 - 21:57 WIB

Pemkot Sungai Penuh dan Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual

Selasa, 22 September 2026 - 22:09 WIB

Wawako Azhar Hamzah Serahkan 12.000 Bibit Ikan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan Kayangan

Berita Terbaru