Menakar Fakta Maung Pindad MV3: Mobil Nasional Asli atau Sekadar Karoseri Premium?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Kehadiran PT Pindad lewat Maung MV3 langsung memancing perhatian publik nasional. Setelah Presiden Prabowo Subianto menggunakan kendaraan tersebut usai pelantikan, nama Maung MV3 dan varian eksklusif Garuda Limousine semakin ramai diperbincangkan.

Desain gagah bergaya militer, aura premium, serta klaim Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen membuat banyak masyarakat merasa bangga. Namun, di tengah antusiasme itu, perdebatan besar justru muncul di media sosial.

Sebagian warganet mempertanyakan status Maung MV3 sebagai mobil nasional. Mereka menilai kendaraan tersebut hanya memakai basis SUV asal Korea Selatan, yakni SsangYong Rexton, lalu mengganti bodi dan identitasnya.

Lalu, bagaimana fakta sebenarnya?

Maung MV3 dan Rexton Memang Berbagi Platform

Berdasarkan penelusuran teknis, Maung MV3 memang memakai platform milik Rexton Y400 dari KG Mobility. Pindad juga mengakui penggunaan sekitar 30 persen komponen impor dari Korea Selatan.

Kesamaan tersebut terlihat jelas pada sektor mekanis utama.

Maung MV3 menggunakan mesin diesel 2.200 cc turbo berkode 2.2L e-XDi 220. Mesin itu mampu menghasilkan tenaga hingga 202 HP dengan torsi puncak 441 Nm. Selain itu, kendaraan ini juga memakai transmisi otomatis 8-percepatan yang sama seperti milik Rexton.

Tidak hanya itu, Pindad juga mengadopsi ladder frame Quad Frame khas Rexton untuk menopang struktur kendaraan. Suspensi depan memakai double wishbone dengan coil spring, sedangkan bagian belakang menggunakan sistem 5-link independent suspension pada varian sipil dan Garuda Limousine.

Baca Juga :  BADAI BARU MULAI 1 JUNI 2026! 25 Mobil Favorit Indonesia Resmi Dilarang Isi Pertalite

Kemiripan juga terlihat pada interior. Cluster digital 12,3 inci, tuas transmisi, hingga tombol pengaturan kaca dan spion masih memakai komponen bawaan KG Mobility.

Karena itu, banyak pengamat otomotif menilai Maung MV3 belum sepenuhnya lahir dari nol di Indonesia.

Mengapa TKDN Bisa Tembus 70 Persen?

Meski memakai banyak komponen impor, Maung MV3 tetap mengantongi TKDN di atas 70 persen. Di sinilah letak poin penting yang sering memicu salah paham.

Pemerintah memakai formula khusus untuk menghitung TKDN kendaraan pertahanan dan kendaraan khusus. Dalam aturan tersebut, nilai rekayasa desain, engineering, integrasi sistem, hingga hak kekayaan intelektual (HAKI) memiliki bobot sangat besar.

Pindad merancang sendiri desain bodi Maung MV3. Perusahaan itu juga memproduksi bodi baja komposit secara lokal sesuai kebutuhan kendaraan taktis nasional.

Selain itu, proses pengelasan, pengecatan, perakitan, hingga biaya tenaga kerja lokal ikut masuk dalam perhitungan TKDN. Di sisi lain, berbagai komponen tambahan seperti velg, ban, bumper baja, roof rack, dan aksesori pendukung juga berasal dari industri dalam negeri.

Karena itu, angka TKDN 70 persen tidak hanya menghitung mesin dan transmisi. Regulasi juga memasukkan nilai desain, proses produksi, dan kemampuan engineering lokal ke dalam formulanya.

Baca Juga :  GWM Tank 300 Diesel Resmi Meluncur: Harga Lebih Murah dan Torsi Brutal

Bukan Rebadge Biasa, Tapi Coach-Built Kelas Tinggi

Maung MV3 sebenarnya tidak sekadar mengganti logo seperti praktik rebadge biasa. Pindad membeli rolling chassis dan powertrain legal dari KG Mobility, lalu membangun identitas baru di atas platform tersebut.

Karena itu, banyak analis otomotif lebih tepat menyebut Maung MV3 sebagai produk platform sharing atau coach-built tingkat tinggi.

Strategi seperti ini juga lazim terjadi di industri otomotif global. Banyak produsen dunia berbagi platform, mesin, dan transmisi untuk menekan biaya pengembangan kendaraan.

Dengan langkah tersebut, Pindad dapat mempercepat proses pengembangan tanpa harus membangun semuanya dari nol.

Jadi Batu Loncatan Menuju Mobil Nasional

Kehadiran Maung MV3 sebaiknya dipandang sebagai proses menuju kemandirian industri otomotif nasional. Indonesia memang belum sepenuhnya memproduksi seluruh komponen kendaraan sendiri. Namun, langkah awal ini membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi otomotif dalam negeri.

Pemerintah bahkan menargetkan proyek mobil nasional mulai berjalan pada 2028. Dalam proyek itu, Pindad kabarnya akan kembali menggandeng produsen otomotif global, termasuk Hyundai Motor Company.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan industri otomotif Indonesia.

Pada akhirnya, Maung MV3 memang belum sepenuhnya “mobil nasional murni”. Namun, kendaraan ini tetap menjadi simbol kemajuan industri strategis Indonesia yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Berita Terkait

Orang Pintar Pilih Mobil Cina?” Fenomena Ini Mulai Bikin Pabrikan Jepang Ketar-Ketir
SUV 7-Seater Mewah Ini Cuma Dibanderol Rp300 Jutaan, Fiturnya Bikin Kompetitor Panik!
5 Mobil Rp 40 Jutaan yang Lebih Irit dan Masuk Akal Dibanding Kredit LCGC Baru
Bakal Jadi Mobil Sejuta Umat? Chery QQ3 Ludes 56 Ribu Unit dalam Hitungan Jam, Wuling Mulai Terancam!
BADAI BARU MULAI 1 JUNI 2026! 25 Mobil Favorit Indonesia Resmi Dilarang Isi Pertalite
Tergiur EV Murah ? Bongkar 5 Fakta Tersembunyi Ini Sebelum Menyesal!
Jaecoo J5 EV: SUV Viral Rp300 Jutaan yang Bikin Kompetitor Terlihat Kemahalan
Avanza Rebut Kembali Takhta! Gempuran Mobil Listrik Bikin Honda Mulai Tertekan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:00 WIB

Orang Pintar Pilih Mobil Cina?” Fenomena Ini Mulai Bikin Pabrikan Jepang Ketar-Ketir

Senin, 18 Mei 2026 - 23:00 WIB

SUV 7-Seater Mewah Ini Cuma Dibanderol Rp300 Jutaan, Fiturnya Bikin Kompetitor Panik!

Senin, 18 Mei 2026 - 21:30 WIB

5 Mobil Rp 40 Jutaan yang Lebih Irit dan Masuk Akal Dibanding Kredit LCGC Baru

Senin, 18 Mei 2026 - 20:00 WIB

Bakal Jadi Mobil Sejuta Umat? Chery QQ3 Ludes 56 Ribu Unit dalam Hitungan Jam, Wuling Mulai Terancam!

Senin, 18 Mei 2026 - 03:30 WIB

BADAI BARU MULAI 1 JUNI 2026! 25 Mobil Favorit Indonesia Resmi Dilarang Isi Pertalite

Berita Terbaru