GLOBALJAMBI.CO.ID– Dari sebuah desa kecil yang tenang di kaki pegunungan, lahir kisah besar yang kini menggema hingga ke tingkat nasional. Dua putra terbaik Desa Sebukar, Kabupaten Kerinci, menorehkan catatan gemilang dan kini menduduki posisi strategis sebagai Kepala Balai Bahasa di dua provinsi berbeda.
Mereka adalah Mhd. Zaki, S.Sos., M.H. yang kini menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi. Zaki menyusul seniornya Nukman, S.S., M.Hum. yang telah lebih dahulu menerima amanah memimpin Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara.
Dengan demikian, pencapaian ini tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Kerinci di tingkat nasional.
Perjalanan Tak Mudah, Namun Penuh Makna
Pada awalnya, keduanya memulai perjalanan dari titik yang sama, yakni sebagai CPNS di Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Nukman lebih awal menjejakkan pengabdian di Kota Jambi.
Selanjutnya, mereka melangkah perlahan, mengumpulkan pengalaman, serta mengasah kemampuan melalui dedikasi yang konsisten.
Mhd. Zaki menunjukkan karakter pekerja keras, disiplin dan terus meniti karier dari bawah. Sebelum menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi pada April 2026 ini, ia lebih dulu mengemban berbagai tanggung jawab penting. Pertama, ia memimpin Tim Kerja Administrasi Kantor Bahasa Provinsi (sebelum menjadi Balai) hingga puncaknya ia menjalankan tugas sebagai Plt. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kepala Subbagian Umum di Balai Bahasa Provinsi Aceh.
Selain itu, ia juga mengemban amanah sebagai Kepala Subbagian Umum di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, hingga akhirnya ia kembali ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah sebagai orang nomor satu di Balai Bahasa Provinsi Jambi. Oleh karena itu, seluruh perjalanan tersebut memperkuat kapasitas dan integritasnya sebagai pemimpin.
“Jangan pernah meremehkan langkah kecil. Karena dari situlah perjalanan besar dimulai,” menjadi prinsip yang terus ia pegang.
Mengabdi untuk Literasi Negeri
Di sisi lain, Nukman menunjukkan dedikasi tinggi dalam dunia kebahasaan dan literasi. Pada 23 Februari 2025, ia resmi menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Pria yang dikenal lugas dan tegas ini langsung menjalankan berbagai program strategis secara aktif dan terarah.
Sebelumnya, pada 2024 hingga awal 2025, ia memimpin Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan sebagai Plt Kepala. Kini kiprahnya terus nyata di bagian timur Indonesia di Provinsi yang dipimpin Gubernur Viral, Serly Laos itu, ia terus memperkuat peran dalam pengembangan literasi.
Di Maluku Utara, ia tidak hanya memimpin lembaga, tetapi juga menggerakkan literasi masyarakat. Selain itu, ia membangun kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan. Bahkan, ia juga menanamkan semangat cinta bahasa kepada generasi muda.
Dari Desa, Menembus Batas Negeri
Kisah Mhd. Zaki dan Nukman menunjukkan bahwa latar belakang tidak membatasi kesuksesan. Desa Sebukar memang sederhana, namun dari sana lahir mimpi-mimpi besar yang kini menjadi nyata.
Dengan demikian, mereka membuktikan bahwa siapa pun bisa meraih kesuksesan selama memiliki tekad, disiplin, dan keberanian untuk terus melangkah. Meskipun jalan terasa berat, mereka tetap konsisten dan tidak menyerah.
Lebih dari itu, kisah ini tidak sekadar berbicara tentang jabatan. Sebaliknya, kisah ini menegaskan arti perjuangan, ketekunan, dan komitmen dalam meraih mimpi.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Tak ayal, kisah kedua tokoh ini menjadi cermin bagi generasi muda Kerinci. Kesuksesan tidak datang kepada mereka yang paling cepat, melainkan kepada mereka yang paling konsisten.
Di tengah berbagai tantangan zaman, ketika sebagian orang memilih menyerah sebelum mencoba, Mhd. Zaki dan Nukman justru terus melangkah. Oleh sebab itu, mereka membuktikan bahwa ketekunan menjadi kunci utama keberhasilan.
Tentu kiprah keduanya, juga membuka jalan serta menghadirkan harapan bagi generasi berikutnya.
Haru dan Bangga dari Tanah Kelahiran
Sementara itu, masyarakat Desa Sebukar menyambut kabar ini dengan penuh haru dan bangga. Kepala Desa Sebukar, Syukran, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi keluarga mereka, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Sebukar. Mereka membuktikan bahwa anak desa mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Syukran.
Lebih lanjut, ia berharap kisah ini memotivasi generasi muda di desanya agar terus belajar dan berani bermimpi besar.
“Jangan pernah merasa kecil hanya karena berasal dari desa. Lihatlah mereka, dari Sebukar mereka melangkah, dan kini mereka berdiri di panggung besar negeri ini,” tutupnya penuh haru.
(Gusnadi/Noprizal)









