Komisaris Independen Baru Bank Jambi Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Publik

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Kehadiran dua komisaris independen baru, Dr. Fitriaty, S.E., M.M. dan H. Ahmad Jais, S.E., M.E.I., membawa harapan baru bagi penguatan tata kelola dan pengawasan Bank Jambi. Kombinasi latar belakang akademik dan pengalaman perbankan keduanya juga membuka peluang bagi bank pembangunan daerah tersebut untuk memperkuat kepercayaan publik serta menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Pengamat perbankan sekaligus akademisi STIE Jambi, Laila Farhat, S.E., M.M., menyampaikan pandangan tersebut di Jambi, Senin (28/9/2026). Menurutnya, kedua komisaris independen itu memiliki kompetensi yang saling melengkapi untuk mendukung penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

“Dari perspektif governance, kombinasi seperti ini cukup menarik. Latar belakang akademik dapat memberikan pengayaan dari sisi konseptual dan objektivitas, sementara pengalaman panjang di industri perbankan, khususnya Bank Jambi, memberikan pemahaman praktis terhadap proses bisnis dan dinamika organisasi,” ujar Laila.

Komisaris Independen Bank Jambi Perkuat Fungsi Pengawasan

Laila menjelaskan bahwa komisaris independen memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan manajemen, pemegang saham, nasabah, dan masyarakat. Karena itu, kompetensi serta pengalaman mereka menjadi modal penting untuk memperkuat fungsi pengawasan perusahaan.

Selain itu, komisaris independen menjalankan mekanisme check and balance agar manajemen mengambil keputusan secara objektif dan bertanggung jawab. Fungsi tersebut juga membantu bank menjaga prinsip kehati-hatian, meningkatkan kepatuhan, serta mengendalikan risiko bisnis.

“Komisaris independen merupakan bagian dari mekanisme check and balance. Fungsi ini penting untuk memastikan pengelolaan bank tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, kepatuhan dan kepentingan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Baca Juga :  Peringati HPN 2023, Forwari Gelar Ngobrol Pintar Jurnalistik dan Bakti Sosial

Menurut Laila, Dr. Fitriaty dapat memperkaya pembahasan strategis melalui perspektif akademik, analisis konseptual, dan pendekatan objektif. Sementara itu, H. Ahmad Jais membawa pengalaman panjang di Bank Jambi yang dapat membantu jajaran pengawas memahami karakteristik operasional dan tantangan bisnis secara lebih kontekstual.

Dengan demikian, perpaduan kedua latar belakang tersebut berpotensi memperkuat kualitas evaluasi dan rekomendasi strategis bagi manajemen. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada konsistensi pengawasan, independensi dalam mengambil sikap, serta tindak lanjut terhadap setiap rekomendasi.

Pertumbuhan Bisnis Harus Sejalan dengan Manajemen Risiko

Lebih lanjut, Laila menilai Bank Jambi perlu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas pengelolaan risiko. Sebab, pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan penyaluran kredit saja belum cukup untuk menjamin kesehatan bank dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, manajemen perlu memperhatikan kualitas aset, likuiditas, kecukupan modal, kualitas kredit, serta efektivitas pengendalian risiko. Pada saat yang sama, jajaran komisaris perlu mengawasi strategi bisnis agar tetap sejalan dengan prinsip prudential banking atau perbankan yang mengutamakan kehati-hatian.

“Bank tidak cukup hanya tumbuh secara bisnis. Pertumbuhan harus berkualitas dan sustainable. Karena itu, fungsi komisaris sangat penting untuk memastikan ekspansi bisnis tetap berada dalam koridor prudential banking,” ujarnya.

Selain menghadapi tantangan bisnis konvensional, Bank Jambi juga perlu merespons perubahan industri keuangan yang semakin cepat. Digitalisasi layanan, keamanan siber, tuntutan kepatuhan, dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi sejumlah aspek yang memerlukan perhatian serius.

Dalam konteks tersebut, perspektif akademik dan pengalaman praktis perbankan dapat saling melengkapi. Pendekatan akademik membantu memperluas analisis terhadap persoalan strategis, sedangkan pengalaman operasional memberikan pemahaman mengenai tantangan nyata yang muncul dalam kegiatan perbankan sehari-hari.

Baca Juga :  Pengamat : Serangan Siber Bank Tak Otomatis Kelalaian Direksi

Dengan sinergi tersebut, Bank Jambi memiliki peluang untuk memperkuat manajemen risiko sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Tata Kelola yang Baik Jadi Fondasi Kepercayaan Publik

Laila juga menilai kehadiran dua komisaris independen baru dapat menjadi momentum bagi Bank Jambi untuk memperkuat kepercayaan masyarakat. Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi memiliki peran penting dalam mendukung intermediasi keuangan, aktivitas ekonomi masyarakat, serta pembangunan daerah.

Karena itu, publik tentu mengharapkan kedua komisaris tersebut mampu memberikan kontribusi nyata melalui pengawasan yang objektif, evaluasi yang kritis, dan rekomendasi strategis yang relevan.

“Publik tentu berharap kehadiran dua komisaris independen ini memberikan value added terhadap Bank Jambi. Yang terpenting adalah bagaimana kompetensi dan pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi fungsi pengawasan yang efektif, objektif dan mampu memberikan rekomendasi strategis kepada manajemen,” katanya.

Lebih jauh, Laila menegaskan bahwa tata kelola yang baik harus berjalan seiring dengan penguatan manajemen risiko dan kepatuhan. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi bank untuk menjaga kepercayaan nasabah, meningkatkan daya saing, dan mempertahankan kinerja jangka panjang.

“Dengan kombinasi perspektif akademik dan pengalaman panjang di industri perbankan, publik tentu memiliki ekspektasi agar fungsi governance, risk management and compliance di Bank Jambi semakin kuat. Pada akhirnya, tata kelola yang baik akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan bank yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi
Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja
Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah
Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya
Wo Haris, Jangan Asal Ngango! Rakyat Jambi Butuh Udara Bersih, Bukan Sekadar Alasan
Bupati Monadi Buka LK II HMI Nasional, Ajak Kader Jaga Harmoni Kerinci–Sungai Penuh
Mensediar Raih Nilai Tertinggi UKK Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya

Berita Terbaru