GLOBALJAMBI.CO.ID – Bupati Kerinci Monadi menegaskan pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai fondasi utama pelestarian lingkungan saat menghadiri Seminar Diseminasi SACRED Ecological Project 2026 di Aula Pertemuan SBSN Lantai 3 IAIN Kerinci, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga sosial untuk membahas hasil pendokumentasian pengetahuan tradisional masyarakat terkait ekologi serta pelestarian lingkungan berbasis budaya lokal.
Selain Bupati Kerinci Monadi, seminar itu juga dihadiri Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, perwakilan Wahid Foundation Libasut Taqwa, serta Project Leader SACRED Ecological Project 2026 Luqyana Azmiya Putri.
Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan budaya dan tradisi masyarakat Kerinci.
Monadi Tekankan Pentingnya Warisan Pengetahuan Tradisional
Dalam sambutannya, Monadi menjelaskan bahwa masyarakat Kerinci sejak lama hidup berdampingan dengan alam melalui berbagai tradisi dan kebiasaan yang terus di wariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, masyarakat Kerinci tidak hanya menjaga adat dan budaya, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan melalui nilai-nilai kearifan lokal yang masih bertahan hingga saat ini.
Karena itu, Monadi mendorong seluruh pihak untuk mendokumentasikan pengetahuan tradisional agar generasi muda tetap memahami nilai budaya daerah sekaligus memiliki kesadaran menjaga lingkungan.
“Pengetahuan tradisional masyarakat merupakan warisan yang sangat berharga dan harus terus di lestarikan sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus upaya menjaga lingkungan,” kata Monadi.
Selain itu, Monadi juga menilai dokumentasi budaya lokal menjadi langkah strategis di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat. Oleh sebab itu, ia meminta generasi muda ikut terlibat aktif dalam menjaga budaya dan ekologi daerah.
IAIN Kerinci Perkuat Pelestarian Budaya dan Lingkungan
Sementara itu, Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga warisan pengetahuan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pengetahuan tradisional tidak hanya mencerminkan identitas budaya masyarakat, tetapi juga menyimpan nilai ekologis yang masih relevan dengan kondisi lingkungan saat ini.
Karena itu, IAIN Kerinci terus mendorong riset, pengabdian masyarakat, dan kerja sama lintas lembaga guna menjaga keberlangsungan nilai-nilai lokal di tengah modernisasi.
“IAIN Kerinci siap mendukung pelestarian pengetahuan tradisional melalui riset, pengabdian masyarakat, dan kerja sama lintas lembaga agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ujar Jafar Ahmad.
Lebih lanjut, ia menilai dunia akademik perlu menghadirkan kajian yang mampu menghubungkan tradisi masyarakat dengan solusi lingkungan masa kini.
SACRED Ecological Project Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Budaya
Di sisi lain, perwakilan Wahid Foundation, Libasut Taqwa, menjelaskan bahwa SACRED Ecological Project 2026 fokus mendokumentasikan hubungan masyarakat dengan alam melalui pendekatan budaya lokal.
Program tersebut mendapat dukungan dari Wahid Foundation dan Temasek Foundation sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Menurutnya, pendekatan budaya mampu membangun kesadaran masyarakat secara lebih efektif karena masyarakat memiliki kedekatan kuat dengan tradisi yang di wariskan turun-temurun.
“Program ini di harapkan dapat memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan budaya dan tradisi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Project Leader SACRED Ecological Project 2026, Luqyana Azmiya Putri, menyampaikan bahwa seminar di seminasi tersebut menjadi ruang berbagi hasil kerja lapangan dan dokumentasi yang telah di lakukan bersama masyarakat.
Ia berharap hasil proyek tersebut dapat menjadi referensi akademik, sumber pembelajaran, sekaligus bahan edukasi bagi masyarakat luas mengenai pentingnya pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.
“Kami berharap proyek ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam mendukung pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal,” tutur Luqyana.
Seminar berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat juga memperkuat sinergi untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melestarikan budaya lokal Kerinci.









