GLOBALJAMBI.CO.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, memicu perhatian Dinas Kesehatan. Meski angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) belum mencapai 200, masyarakat tetap perlu waspada terhadap ancaman gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, menduga kabut asap yang menyelimuti wilayah Kerinci berasal dari daerah tetangga. Menurutnya, angka ISPU yang menjadi acuan pemantauan sejauh ini belum mencapai 200.
Namun, Hermendizal menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa menilai kualitas udara hanya dari ketebalan kabut atau jarak pandang. Sebab, kondisi udara yang tampak berkabut belum tentu menggambarkan tingkat pencemaran secara akurat.
ISPU Belum 200, Warga Tetap Harus Waspada
Hermendizal menjelaskan bahwa ISPU menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui tingkat pencemaran udara. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti data pemantauan kualitas udara, bukan sekadar mengandalkan penglihatan.
“Kalau melihat kabut asap dengan mata telanjang, kita tidak bisa langsung memastikan seberapa buruk kualitas udara. Ada indikator yang menjadi patokan, salah satunya ISPU. Sejauh ini, angka yang kami jadikan acuan belum mencapai 200,” ujar Hermendizal.
Meski demikian, angka ISPU yang belum mencapai 200 bukan alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan risiko kesehatan. Paparan asap tetap berpotensi mengganggu pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Oleh karena itu, Hermendizal mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kabut asap semakin tebal. Selain itu, warga perlu menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar rumah.
Dinkes Kerinci Ingatkan Risiko ISPA Akibat Kabut Asap
Selain mengimbau masyarakat membatasi paparan asap, Dinas Kesehatan juga meminta warga memperhatikan kondisi tubuh. Beberapa keluhan, seperti batuk, iritasi mata, dan sesak napas, perlu mendapat perhatian serius.
“Walaupun angka ISPU belum mencapai 200, bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan kabut asap. Kami tetap mengedukasi warga agar waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap menebal, dan menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar,” katanya.
Lebih lanjut, Hermendizal mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang tidak kunjung membaik.
“Jangan menunggu sampai kondisi memburuk baru mengambil tindakan. Jika mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang tidak membaik, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kerinci menunjukkan perubahan dari minggu ke minggu. Hermendizal menyebut kenaikan kasus sejauh ini belum signifikan dan masih dalam batas kewajaran berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan.
“Kasus ISPA memang mengalami kenaikan dan penurunan dari minggu ke minggu. Namun, sejauh pemantauan kami, kenaikannya tidak signifikan dan masih dalam batas wajar. Meski begitu, masyarakat tetap perlu menjaga kesehatan dan mengurangi paparan kabut asap, terutama bagi kelompok rentan,” jelasnya.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi Kualitas Udara
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi kualitas udara dari sumber resmi.
Langkah tersebut penting karena ketebalan kabut dan jarak pandang tidak selalu menunjukkan tingkat pencemaran udara yang sebenarnya. Dengan mengikuti informasi pemantauan, masyarakat dapat mempertimbangkan langkah pencegahan secara lebih tepat.
Karena itu, warga perlu meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan keluarga, serta mengurangi paparan asap selama kondisi udara belum membaik.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan gejala gangguan pernapasan. Terlebih lagi, kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih agar dampak kabut asap terhadap kesehatan dapat di minimalkan.










