Kabut Asap Selimuti Kerinci, Dinkes Ingatkan Warga Waspada Meski ISPU Belum 200

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, memicu perhatian Dinas Kesehatan. Meski angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) belum mencapai 200, masyarakat tetap perlu waspada terhadap ancaman gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, menduga kabut asap yang menyelimuti wilayah Kerinci berasal dari daerah tetangga. Menurutnya, angka ISPU yang menjadi acuan pemantauan sejauh ini belum mencapai 200.

Namun, Hermendizal menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa menilai kualitas udara hanya dari ketebalan kabut atau jarak pandang. Sebab, kondisi udara yang tampak berkabut belum tentu menggambarkan tingkat pencemaran secara akurat.

ISPU Belum 200, Warga Tetap Harus Waspada

Hermendizal menjelaskan bahwa ISPU menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui tingkat pencemaran udara. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti data pemantauan kualitas udara, bukan sekadar mengandalkan penglihatan.

“Kalau melihat kabut asap dengan mata telanjang, kita tidak bisa langsung memastikan seberapa buruk kualitas udara. Ada indikator yang menjadi patokan, salah satunya ISPU. Sejauh ini, angka yang kami jadikan acuan belum mencapai 200,” ujar Hermendizal.

Meski demikian, angka ISPU yang belum mencapai 200 bukan alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan risiko kesehatan. Paparan asap tetap berpotensi mengganggu pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Baca Juga :  MD KAHMI Kerinci-Sungai Penuh Resmi Dilantik

Oleh karena itu, Hermendizal mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kabut asap semakin tebal. Selain itu, warga perlu menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar rumah.

Dinkes Kerinci Ingatkan Risiko ISPA Akibat Kabut Asap

Selain mengimbau masyarakat membatasi paparan asap, Dinas Kesehatan juga meminta warga memperhatikan kondisi tubuh. Beberapa keluhan, seperti batuk, iritasi mata, dan sesak napas, perlu mendapat perhatian serius.

“Walaupun angka ISPU belum mencapai 200, bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan kabut asap. Kami tetap mengedukasi warga agar waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap menebal, dan menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar,” katanya.

Lebih lanjut, Hermendizal mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang tidak kunjung membaik.

“Jangan menunggu sampai kondisi memburuk baru mengambil tindakan. Jika mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang tidak membaik, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kerinci menunjukkan perubahan dari minggu ke minggu. Hermendizal menyebut kenaikan kasus sejauh ini belum signifikan dan masih dalam batas kewajaran berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Berulang Kali Masuk RS, Asha Balita Pengidap Penyakit Penyumbatan Empedu Asal Kerinci Butuh Uluran Tangan

“Kasus ISPA memang mengalami kenaikan dan penurunan dari minggu ke minggu. Namun, sejauh pemantauan kami, kenaikannya tidak signifikan dan masih dalam batas wajar. Meski begitu, masyarakat tetap perlu menjaga kesehatan dan mengurangi paparan kabut asap, terutama bagi kelompok rentan,” jelasnya.

Masyarakat Diminta Pantau Informasi Kualitas Udara

Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi kualitas udara dari sumber resmi.

Langkah tersebut penting karena ketebalan kabut dan jarak pandang tidak selalu menunjukkan tingkat pencemaran udara yang sebenarnya. Dengan mengikuti informasi pemantauan, masyarakat dapat mempertimbangkan langkah pencegahan secara lebih tepat.

Karena itu, warga perlu meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan keluarga, serta mengurangi paparan asap selama kondisi udara belum membaik.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan gejala gangguan pernapasan. Terlebih lagi, kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih agar dampak kabut asap terhadap kesehatan dapat di minimalkan.

Berita Terkait

Bupati Fadhil Arief Dapat Kostum Laskar Tanah Surga Nomor 8 dari Pers Kerinci
Wawako Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala Sekolah SD dan SMP di Sungai Penuh
LSM Semut Merah Soroti Dugaan Nepotisme dan Anggaran KDMP Rp80 Miliar di Kerinci-Sungai Penuh
Beasiswa Kerinci Cerdas Dibuka, Monadi Siapkan Generasi Qur’ani
Wabup Murison Sidak Pasar Senen Siulak, Pemkab Kerinci Gelar Operasi Pangan Murah
Monadi Dukung Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII, Perkuat Akses Warga Kerinci
Bupati Kerinci Sambangi BPJN Jambi, Usulkan Penanganan Jalan Pelompek–Pauh Tinggi
Nabil Minta Hukuman Mati Jika Hakim Tolak Pembelaannya, Sidang PN Jambi Jadi Sorotan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Kabut Asap Selimuti Kerinci, Dinkes Ingatkan Warga Waspada Meski ISPU Belum 200

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Bupati Fadhil Arief Dapat Kostum Laskar Tanah Surga Nomor 8 dari Pers Kerinci

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:47 WIB

Wawako Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala Sekolah SD dan SMP di Sungai Penuh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

LSM Semut Merah Soroti Dugaan Nepotisme dan Anggaran KDMP Rp80 Miliar di Kerinci-Sungai Penuh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Beasiswa Kerinci Cerdas Dibuka, Monadi Siapkan Generasi Qur’ani

Berita Terbaru